Netral English Netral Mandarin
09:49wib
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan ibu kota negara (IKN) baru akan disiapkan semaksimal mungkin. Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan Januari 2022.
KSAD Mau Rangkul KKB, Syarief Hasan: Patut Diapresiasi dan Didukung

Sabtu, 27-November-2021 15:40

Syarief Hasan
Foto : Istimewa
Syarief Hasan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mengomentari pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua adalah saudara sebangsa dan setanah air yang perlu dirangkul untuk diberikan pencerahan dan internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

Syarief mengapresiasi dan mendukung pernyataan Dudung. Menurutnya, apa yang disampaikan Dudung akan memberikan pesan damai bahwa TNI dan rakyat Papua menyatu, sebagaimana filosofi bahwa TNI adalah anak kandung rakyat.

“Apa yang disampaikan KSAD Jenderal Dudung patut diapresiasi. Ini akan memberikan pesan moral kepada seluruh prajurit TNI dan Rakyat Papua bahwa membangun Papua adalah membangun komitmen kolektif kebangsaan," kata Syarief dalam keterangannya, Jumat (26/11/2021).

"Pendekatan terhadap Papua memang harus berdimensi humanistik dan persuasif. Pernyataan ini adalah bukti TNI memiliki komitmen kuat untuk melakukan upaya dialogis mengajak pemberontak KKB kembali ke pangkuan ibu pertiwi,” sambungnya.

Politisi senior Partai Demokrat itu menyebut, pernyataan KSAD ini perlu dilihat sebagai pendekatan lain seperti dan sejalan dengan komitmen Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat menjalani fit and proper test.

Strategi ini dinilai sebagai pendekatan baru dalam upaya menjaga keutuhan NKRI karena yang menjadi tujuan dari semua upaya yang dilakukan adalah menegakkan kedaulatan NKRI. Berbagai langkah persuasif ini bisa jadi akan juga efektif dalam meredam pemberontakan yang dilakukan kelompok bersenjata di Papua dan Papua Barat.

"Saya berpandangan ujung dari semua yang dilakukan adalah dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Pemberontak bersenjata itu adalah putra/putri NKRI juga. Merangkul, mencerahkan, dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air adalah langkah yang patut ditindaklanjuti dengan serius," ujar Syarief.

"Jika hal ini berhasil dilakukan, Papua akan damai dan secara otomatis pemberontakan dapat diredam. Saya memandang substansi pernyataan KSAD adalah komitmen perdamaian dan persatuan," jelas Menteri Koperasi dan UKM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Syarief mengakui langkah ini memang tidak mudah,apalagi bila tindakan kekerasan, pembunuhan dan intimidasi terhadap rakyat yang dilakukan oleh KKB semakin meningkat. Narasi kebencian NKRI yang dibangun oleh oknum-oknum pemberontak harus dibalas dengan kontra-narasi yang menekankan pada pembangunan wawasan kebangsaan dan menegakkan 4 pilar kebangsaan.

Karena itu, lanjutnya, upaya TNI ini perlu didukung oleh semua komponen dan dilakukan secara berkelanjutan. Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika  mesti dilakukan secara masif, sistematis, dan terukur.

“Sosialisasi dan internalisasi 4 pilar kebangsaan kepada putra/putri Papua harus diberikan sejak dini. Hal ini penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan," papar Syarief Hasan.

"Jika hal ini dilakukan secara berkelanjutan, saya meyakini narasi permusuhan dan kebencian terhadap NKRI tidak akan berhasil. Rakyat Papua adalah bagian dari NKRI dan merangkul para pemberontak sebagaimana yang disampaikan KSAD adalah pendekatan persuasif yang patut dilakukan dengan serius,” pungkasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi