Netral English Netral Mandarin
22:21wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
KSP: Dua Tahun Pandemi Uji Ketangguhan Indonesia untuk Tumbuh Kembali

Rabu, 20-Oktober-2021 07:40

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Foto : Antara
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebutkan pandemi COVID-19 yang hampir dua tahun mendera Tanah Air, telah menguji ketangguhan bangsa Indonesia untuk tumbuh kembali setelah menembus titik nadir.

Hal itu disampaikan Moeldoko dalam pengantarnya pada Buku Capaian Kinerja 2021 "Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh 2021" yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (19/10/2021) dan dirilis secara digital melalui laman www.presidenri.go.id, Rabu (20/10/2021)

"Hampir dua tahun lewat sejak pandemi COVID-19 menerpa kita. Ada banyak cerita kesedihan, ada penderitaan silih berganti. Tapi alih-alih mengalahkan, seluruh kesulitan itu justru memberdayakan, menguji ketangguhan, membuat kita tumbuh kembali setelah menembus titik nadir," tutur Moeldoko dalam pengantarnya yang dikutip di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Moeldoko menyampaikan bahwa sejarah mengajarkan bangsa besar tidak surut langkah. Seluruh pengalaman pahit adalah obat yang mesti ditelan demi peradaban yang lebih baik, demi bangsa yang bangkit dengan jaya.

Dia mengatakan laporan tahunan yang diluncurkan ini adalah penanda kebangkitan itu.

"Lewat berbagai narasi, gambar, dan data, kita semua, termasuk generasi mendatang, dapat melihat kerja mengatasi gempuran pandemi secara kreatif dan inovatif," jelas Moeldoko.

Dia menyampaikan sekuat tenaga bangsa Indonesia akan terus bergerak meraih cita-cita kemajuan, keadilan dan kesejahteraan Indonesia.

Menurutnya, sebagai nahkoda, Presiden Joko Widodo memberi arahan jelas dan tegas untuk bekal menempuh krisis. Yaitu “gas dan rem” serta keberanian mengambil risiko.

Arahan ini, kata dia, patut disambut dengan terima kasih dan syukur serta wajib dilaksanakan karena menjadi dasar semua kebijakan yang agile.

"Pedal rem ditekan ketika 

positivity rate 

melejit. Pedal gas dioptimalkan tatkala situasi telah memungkinkan. Betapa prinsip sederhana ini tepat terbukti. Dan kian meyakini kita bahwa bangsa ini mampu menghadapi tantangan ke depan. Dari pandemi menuju endemi," jelasnya.

Lebih jauh dia menekankan langkah bangsa Indonesia hingga hari ini, tak lepas dari peran semua pihak, baik koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam setiap kebijakan, tenaga kesehatan di garda terdepan, kesigapan TNI/Polri, akademisi yang "turun gunung", jaringan luas organisasi kemasyarakatan, serta inovasi sosial lembaga swadaya masyarakat.

"Semua mengambil peran dalam orkestrasi besar yang harmonis, yang penuh optimisme akan tanah air Indonesia tangguh, yang terus bertumbuh dengan merdeka dan berdaulat. Semoga Tuhan senantiasa menyertai bangsa kita," kata Moeldoko.

Buku Capaian Kinerja 2021, "Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh 2021" yang dapat diakses publik secara digital melalui laman www.presidenri.go.id ini berjumlah 149 halaman, merekam tentang capaian pemerintahan Jokowi dalam penanganan pandemi COVID-19, termasuk di dalamnya upaya bangkit dan pulih dari pandemi, transformasi ekonomi, peradaban baru Indonesia Maju, hingga pembangunan Papua.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi