Netral English Netral Mandarin
09:52wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Kuasa Hukum Napoleon Sebut Adanya Kejanggalan dalam Pelaporan Kasus Penganiayaan Kace

Selasa, 21-September-2021 11:40

Pelaku Penistaan Agama Islam, M Kece
Foto : Istimewa
Pelaku Penistaan Agama Islam, M Kece
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengacara Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Ahmad Yani, mengungkap adanya kejanggalan pada pelaporan kasus penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Islam Muhammad Kace yang diduga dilakukan kliennya.

"Kasus itu terjadi bulan Agustus, kok baru sekarang (September, red) dilaporkan dan diproses?” kata Ahmad Yani, Selasa (21/9/2021).

Kejanggalan lain yang diungkap pengacara yang juga anggota DPR DPR periode 2009-2014 itu adalah bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, penganiayaan itu telah berakhir dengan damai, dan Kace juga telah meminta maaf atas penistaan terhadap agama Islam yang dia lakukan, tapi kok tetap dilaporkan ke polisi?

Selain itu, kata Yani, menurut informasi yang ia terima, Kace juga mau mencabut laporan, tapi mengapa proses hukum tetap jalan?

Ketika ditanya presenter TVOne apakah benar Napoleon tak hanya menghajar Kace, tapi juga melumurinya dengan kotoran manusia? Yani tidak menjawab dengan gamblang.

"Dalam surat terbukanya, klien saya kan mengatakan bahwa dia melakukan tindakan yang terukur. Nah, bagaimana tindakan itu, saya belum mendapat penjelasan," ujar dia.

Seperti diketahui, Napoleon yang merupakan terdakwa kasus suap penghapusan red notice terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra, diduga menganiaya Kace di Rutan Bareskrim Polri.

Kace melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya itu pada pertengahan September 2021 dan diregistrasi Bareskrim Polri dengan nomor 0510/VIII/2021/Bareskrim.

Sebelumnya, Kace ditangkap di Bali pada 24 Agustus 2021 atas tuduhan penistaan agama.

Napoleon telah menulis surat terbuka atas penganiayaan yang dilakukannya terhadap YouTuber bernama lengkap Muhammad Kosan itu, Minggu (19/9/2021). Dalam suratnya, Napoleon mengaku tak terima agamanya Allah-nya, Al Qur’an dan Rosul-nya dihina Kace.

“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” kata dia.

Dalam tayangan di TVOne pagi ini, Yani juga mengungkap suatu fakta bahwa Napoleon tidak ditahan di sel dan di blok yang sama dengan Kace di Rutan Bareskrim Polri.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP