Netral English Netral Mandarin
18:27wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Kuatir Covid-19, Ratusan Warga Arab Saudi Dipulangkan dari Indonesia

Senin, 26-Juli-2021 17:00

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Abed Al Thaqafi
Foto : Istimewa
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Abed Al Thaqafi
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Arab Saudi mulai memulangkan 200 warganya dari  Indonesia  melalui dua kelompok penerbangan (kloter).

Gulf News melansir, kloter pertama hari ini, Senin (26/7/2021), sedang yang kedua pada 1 Agustus 2021 mendatang.

Di antara warga Saudi yang dipulangkan, dua di antaranya telah dinyatakan positif terinfeksi  virus Corona varian Delta.

“Ada dua warga yang kondisinya kritis setelah terinfeksi Covid-19,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Abed Al Thaqafi.

Sebelumnya, pada 22 Juli, Arab Saudi telah memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia, baik secara langsung maupun tidak.

Pengumuman dikeluarkan karena negara kerajaan tersebut khawatir dengan kondisi pandemi Corona di Indonesia yang mengganas akibat varian Delta, dan dikeluarkan bertepatan dengan ketika Indonesia dinyatakan telah menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19 di Asia oleh sejumlah media Internasional.

Kerajaan Arab Saudi bahkan telah memasukkan Indonesia dalam daftar merah.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan, larangan bepergian ke Indonesia didasarkan pada kepedulian pemerintah terhadap keselamatan warganya.

Bersamaan dengan pengumuman itu, pihak kementerian juga meminta warga Arab Saudi yang sudah telanjur berada di Indonesia untuk berhati-hati, menjauhi daerah penyebaran virus Corona, menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan bila memungkinkan kembali ke Arab Saudi secepat mungkin.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani