3
Netral English Netral Mandarin
01:03 wib
Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone 13 dengan opsi penyimpanan hingga 1TB. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka keran investasi pada industri minuman keras (miras) mengandung alkohol, minuman mengandung alkohol anggur, dan minuman mengandung malt.
Lacak Virus COVID-19 di China, Tak Disangka Ini yang Ditemukan WHO

Selasa, 09-Februari-2021 19:05

Ilustrasi
Foto : conversation
Ilustrasi
0

WUHAN, NETRALNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa Virus yang menyebabkan Covid-19 mungkin telah beredar di wilayah lain di China "beberapa minggu" sebelum diidentifikasi di pasar basah, di Wuhan. 

Pada konferensi pers di Wuhan, tim WHO mengatakan tidak ada bukti adanya wabah besar sebelum Desember 2019 tetapi virus itu justru beredar di wilayah lain.

Liang Wannian, kepala panel ahli Covid-19 di Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan pada konferensi pers bahwa, studi yang tidak dipublikasikan menunjukkan peredaran Sars-Cov-2 mendahului deteksi awal kasus beberapa minggu.

Tidak ada peredaran "substansial" Covid di Wuhan sebelum wabah akhir 2019 dan bahwa "tidak cukup bukti" untuk menentukan apakah virus itu telah menyebar lebih luas di Wuhan sebelum Desember 2019," ungkapnya. 

Penyelidik mengatakan bahwa tidak ada bukti wabah besar di tempat lain sebelum waktu itu.

Sementara itu, seperti dikutip LBC, Dr Peter Ben Embarek, pemimpin tim investigasi WHO, mengatakan bahwa tim tidak menemukan bukti wabah besar sebelum Desember 2019 di Wuhan atau di tempat lain.

"Namun, tim telah menemukan beberapa bukti peredaran yang lebih luas di luar klaster pasar Huanan pada Desember 2019," katanya. 

Dr Embarek menambahkan bahwa teori bahwa Covid-19 bocor dari laboratorium adalah sangat tidak mungkin untuk Covid-19. Penyidik ​​mengatakan mereka tidak akan menyelidiki teori tersebut lebih lanjut.

Profesor Liang juga mengatakan hewan inang yang berasal dari wabah Covid-19 belum dapat diidentifikasi. 

"Penelitian harus dimulai dengan bagaimana virus beredar pada hewan sebelum menular ke manusia," ujarnya. 

Dia mengatakan penemuan virus menunjukkan Sars-Cov-2 mungkin berasal dari penularan antar hewan, tetapi hewan "inang reservoir" asli masih harus diidentifikasi.

"Kelelawar dan trenggiling adalah kandidat potensial untuk penularan tetapi sampel virus corona yang ditemukan pada spesies itu tidak identik dengan Sars-Cov-2," tambahnya. 

"Mungkin ada hewan lain yang berfungsi sebagai "inang reservoir", tetapi diperlukan lebih banyak penelitian," tutupnya. 

Reporter : Tommy
Editor : Tommy Satria