Netral English Netral Mandarin
14:27wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Lagi! Fadli Zon Kritik Densus 88, Netizen: Teroris Selalu Dibela, Orang Ini Harus Diwaspadai

Kamis, 11-November-2021 09:10

Fadli Zon
Foto : IG/Fadli Zon
Fadli Zon
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Lagi-lagi Politikus Gerindra, Fadli Zon mengkritik keras Demsus 088 yang menurutnya setiap hari hanya mengurus dan menangkap teroris.

Namun, justru banyak warganet geram dengan pernyataan Fadli Zon seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Kamis 11 November 2021. 

Banyak netizen tak menyangka dengan pernyataan Fadli Zon yang tak memikirkan bagaimana perasaan keluarga korban teroris.

Midia Rantisa: “Ada yang gerah banyak teroris yang ditangkap karena salah satu pendukung garis keras.”

Mariade: “Yg lbh horror ya kerjaan zonk. Di gaji mahal mahal, hasil kerja ga ada. Ngeributiin TNI, bos nya menteri, ga brani manggil, ngetibutin densus, ga brani manggil menterinya, kalo carmuk pake kerja nyata, jgn koar koar ga jelas.”

Andi Trader Saham: "Nanti kalo ada BOM MELEDAK. si Zonk komentarnya cuma "KUTUK & HERAN" Doang & GAK Ngapa2in juga, padahal di tempat Ledakan ADA Korban JIWA."

Bella: “Ya Allah dia ga pikirin perasaan keluarga korban teroris.”

Edi Lim: “Teroris selalu di bela, orang in hrs di waspadain. Pasti ad udang di balik bakwan.”

Untuk diketahui, anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon belum lama ini mengkritik Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, yang kerap menangkap terduga teroris.

Fadli Zon tampak heran dengan kinerja Densus 88 yang hampir setiap hari melaporkan adanya penangkapan teroris di Indonesia.

Pasalnya Fadli Zon penasaran, apabila memang teroris banyak berkeliaran, pihak mana yang menjadi target teror dan tujuan sebenarnya dari aksi terorisme itu sendiri.

"Hampir tiap hari tangkap teroris, apa yg diteror? Mau teror siapa?," kata Fadli Zon seperti dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari akun Twitter @fadlizon pada Selasa, 9 November 2021.        

Kemudian Fadli Zon membandingkan terorisme di Indonesia dengan negara-negara luar. Menurutnya, para teroris di luar negeri selalu mengakui maksud dan tujuan mereka melakukan aksi terorisme.

"Kalau di luar negeri biasanya teroris ngaku apa tujuan n kehendaknya," ujarnya.

Sementara itu di Indonesia, Fadli Zon merasa tak habis pikir karena tim khusus seperti Densus 88 malah sibuk mempermasalahkan kotak amal hingga bisnis kurma.

Maka dari itu, seraya mengingatkan ia meminta agar Densus 88 lebih fokus menangani anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang jelas telah menyerang banyak orang.

"Ini malah melawan kotak amal n kurma. Uruslah 'KKB' di Papua," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut menambahkan.

Seperti diketahui sebelumnya, beberapa waktu lalu Densus 88 berhasil menangkap tiga terduga teroris di Lampung dan menyita sejumlah barang bukti.

Ribuan kotak amal saat itu disita oleh Densus 88 lantaran diduga menjadi sumber dana untuk aksi terorisme di Bandar Lampung.

"Selain menangkap DW, Densus 88 juga menyita 791 kotak amal, sejumlah uang dan barang lainnya. Kotak amal yang disita adalah milik Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurahman bin Auf (LAZ BM ABA)," ujar Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad dilansir dari Antara.

Setelah dilakukan berbagai penyelidikan, Densus 88 mengungkapkan bahwa LAZ BM ABA juga diketahui menjalankan bisnis kurma, yang diduga menjadi sumber dana untuk akvitas terorisme bagi Jamaah Islamiyah (JI).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi