Netral English Netral Mandarin
01:06wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Lagi, Polisi Temukan Bukti Baru Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Netizen: Semangat Pak Penyidik!

Jumat, 10-September-2021 09:25

Ilustrasi kasus pembunuhan ibu-anak di Subang
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi kasus pembunuhan ibu-anak di Subang
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang masih menjadi perhatian publik. Yang terbaru, pihak kepolisian menyatakan sudah  semakin mengrucut dan didukung temuan bukti baru. 

Akun FB Mak Lambe Turah, Jumat 10 September 2021 ikut memberikan semnagat agar penyidik segera menuntaskan kasus tersebut.

"Baekklaah...menanti pengumuman....kura-kura siapa. Memang tak mudah menetapkan tersangka yg menyangkut nama baik orang kalau tanpa bukti valid bisa jadi senjata makan tuan...Ayoo semangat pak penyidik," kata akun MLT.

Untuk diketahui, ponsel milik Amalia Mustika Ratu yang hilang saat peristiwa pembunuhan, diharapkan menjadi petunjuk untuk mengungkap pelaku kejahatan yang menghilangkan nyawa ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Amalia Mustika Ratu dan Ibunya, Tuti Suhartini menjadi korban pembunuhan pada pertengahan Agustus 2021. Keduanya ditemukan di dalam bagasi mobil Toyota Alphard di rumahnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, saat ini pihaknya mulai menemukan titik terang terkait keberadaan ponsel Amalia Mustika Ratu yang raib.

"Masih dalam pencarian, ini sudah mendekati titik terang dan kami mohon doanya saja, ya," ujar Erdi A Chaniago, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (9/9/2021).

Selain itu, dari hasil penyelidikan pihaknya juga mendapatkan barang bukti baru. Namun, ia belum menyebut barang bukti dimaksud dan masih dilakukan pendalaman oleh polisi.

"Tentunya ada (barang bukti baru) tapi masih didalami," katanya.

"Ini belum kami bisa sampaikan ya, ini masih didalami dan dikembangkan oleh penyidik, mohon doanya saja," ujarnya.

Dalam kasus ini Erdi enggan menduga-duga siapa pelaku kejahatan tersebut. Pihaknya masih melakukan pengembangan dan meminta masyarakat untuk bersabar.

"Ini belum kami bisa sampaikan ya, ini masih didalami dan dikembangkan oleh penyidik, mohon doanya saja," ucapnya.

Hasil Labfor Keluar

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bakal kembali melakukan pengembangan kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Kabupaten Subang.

Pengembangan dilakukan menyusul keluarnya hasil laboratorium forensik (labfor) kasus pembunuhan tersebut. Dalam upaya pengembangan, polisi akan kembali memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya sebelum menentukan siapa pelaku pembunuhan sadis itu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, pihaknya terus berupaya mengungkap kasus pembunuhan yang telah menyita perhatian publik itu.

Menurut Erdi, berdasarkan hasil labfor, pihaknya membutuhkan keterangan saksi-saksi. Meski tidak merinci identitas saksi yang akan dipanggil, namun Erdi menyatakan bahwa tidak semua saksi terdahulu akan dipanggil kembali.

"Kita, khususnya penyidik dari Polres Subang akan memanggil beberapa saksi, tapi tidak semua dari saksi yang terdahulu. (Peeriksaan saksi) Itu terkait dari hasil pengembangan laboratorium forensik serta data yang mendukung untuk dipanggil atau diminta keterangan," tutur Erdi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (9/9).

Erdi juga mengatakan bahwa di antara saksi terdahulu yang akan dimintai keterangannya, terdapat pula saksi baru. Adapun jumlah saksi yang telah dimintai keterangannya hingga saat ini masih 23 orang.

"Total masih 23 saksi, cuma untuk yang sekarang ini (pengembangan), kita ada pengerucutan," katanya.

Sebelumnya, Erdi juga mengungkapkan bahwa kecurigaan terhadap pelaku pembunuhan sadis itu kini telah mengerucut dan pihaknya berharap, dalam waktu dekat, pelaku pembunuhan tersebut dapat diungkap ke publik.

"Memang kita sekarang sudah mengerucut terhadap beberapa orang yang sudah kita curigai, namun kembali lagi bahwa kita tidak mengejar pengakuan," tegas Erdi, Senin (6/9/2021).a

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli