Netral English Netral Mandarin
06:02 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Lagu Indonesia Raya Dilecehkan, IPI: Jangan Sampai Muncul Gerakan Ganyang Malaysia Jilid II

Selasa, 29-December-2020 06:45

Pengamat politik, Karyono Wibowo.
Foto : Facebook Karyono Wibowo
Pengamat politik, Karyono Wibowo.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Video parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diduga dilakukan netizen asal Malaysia, pemilik akun YouTube My Asean,  dikecam banyak pihak, salah satunya datang dari pemerhati sosial dan kebangsaan, Karyono Wibowo.

"Itu tindakan biadab yang menghina simbol negara Indonesia. Tindakan tersebut jelas melanggar hukum," kata Karyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima netralnews.com, Senin (28/12/2020).

Karenanya, Karyono mendesak agar kasus tersebut segera diusut tuntas dan pelaku ditindak tegas. "Kasus ini harus diusut tuntas dan siapapun pelakunya harus ditindak tegas sesuai peraturan dan perundang- undangan yang berlaku," tegasnya. 



Karyono menjelaskan, payung hukum Lagu Kebangsaan ini telah diatur dalam UU No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. 

Dalam Pasal 58 UU No 24/2009 menyatakan dengan tegas setiap orang dilarang mengubah Lagu Kebangsaan dengan nada, irama, kata-kata, dan gubahan lain dengan maksud untuk menghina atau merendahkan kehormatan Lagu Kebangsaan.

"Video parodi tersebut tidak hanya mengandung unsur pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menjadi simbol negara tetapi juga ada unsur penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Proklamator RI Sukarno," ujar Karyono. 

Terhadap peristiwa itu, Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) ini mengingatkan agar pemerintah Republik Indonesia dan Malaysia perlu mewaspadai upaya provokasi yang bertujuan untuk merusak hubungan kedua negara. 

"Jangan sampai kasus ini merembet menjadi konflik terbuka yang pada akhirnya merugikan kedua negara. Jangan sampai terjadi "Ganyang Malaysia" Jilid II. Karenanya, untuk mencegah hal itu, jalan terbaik adalah menuntaskan kasus ini sesegera mungkin melalui jalur hukum," ungkap Karyono. 

Adapun Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia sudah melaporkan kasus penghinaan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diduga dilakukan netizen asal Malaysia, pemilik akun YouTube My Asean kepada pihak Kepolisian Diraja Malaysia.

Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta juga telah memberikan perhatian khusus dan berjanji akan mengusut tuntas kasus video pelecehan Lagu Indonesia Raya yang diunggah oleh pihak yang mengaku berasal dari Malaysia.

Oleh karena itu, Karyono menghimbau kepada rakyat Indonesia untuk menahan diri, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh. 

"Di satu sisi kita percayakan kepada pemerintah kedua negara dalam hal ini Mabes Polri dengan Pihak Polisi Diraja Malaysia untuk mengungkap dan menindak tegas pelakunya," papar Karyono. 

"Di sisi lain kita tetap gelorakan semangat nasionalisme Indonesia yang humanis, bukan nasionalisme chauvinis, yaitu rasa cinta tanah air yang berlebihan, hingga merendahkan bangsa lain," pungkasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP