Netral English Netral Mandarin
15:59wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Laksanakan, Ini 4 Cara Menurunkan Hipertensi!

Kamis, 06-Mei-2021 12:38

Waspadai hipertensi dan gejalanya.
Foto : Klikdokter
Waspadai hipertensi dan gejalanya.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) dr Erwinanto Sp JP(K), FIHA mengatakan, hipertensi merupakan masalah kesehatan, tidak hanya di Indonesia melainkan dunia. 

Jumlah penyandang hipertensi diketahui amat banyak, 60 persen terjadi pada mereka yang usianya di atas 60 tahun. Selain itu, hipertensi juga menjadi kontributor tunggal utama dalam kesakitan jantung, stroke dan gagal ginjal. 

“Hipertensi merupakantantangan global, tidak hanyadi Indonesia. Prevalensi tinggi dan menetap, tidak hanya dalam tahun melainkan dekade,” tegas dr Erwinanto dalam Media Briefing Hari Hipertensi Sedunia 2021 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (6/5/2021). 

Lebih lanjut dr Erwinanto paparkan empat kiat untuk menurunkan faktor risiko dari hipertensi:

Olahraga Teratur

Dokter Erwinanto imbau masyarakat untuk melakukan olahraga teratur selama 30 menit sehari. Olahraga perlu dilakukan paling tidak selama lima hari dalam satu minggu disertai dengan upaya menurunkan berat badan. 

Menurut dr Erwinanto perlu ada target untuk menurunkan berat badan sesuai dengan indeks massa tubuh. Cara mengukur indeks massa tubuh juga menurutnya sangat mudah, yakni tinggal mengukur tinggi dan berat badan lalu membuka website pengukur indeks massa tubuh dan muncul tabel untuk diisi data soal berat badan dan tinggi badan. 

Lingkar pinggang juga perlu menjadi perhatian, yakni dengan target lingkar pinggang kurang dari 90cm untuk pria dan lingkar pinggang kurang dari 80 cm untuk wanita. Hal itu perlu dilakukan sebagau upaya mengontrol hipertensi dan jumlah penderita hipertensi yang diharapkan menurun. 

Kurangi Asupan Garam

Upaya selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengurangi asupan konsumsi garam. Dia tegaskan bahwa asupan garam yang dianjurkan adalah 5-6 gram per hari per orang. 

Imbauan ini disampaikan, karena dipahami dr Erwinanto bahwa masyarakat Indonesia biasanya tidak pernah menghitung garam yang dikonsumsi setiap harinya. Maka dari itu dia meminta masyarakat mengurangi konsumsi garam sedapat mungkin. 

“Kurangilah konsumsi garam sedapat mungkin. Jadi kalau misalnya makan sehari-hari, jangan ditambah-tambahi garam lagi,” imbau dia. 

Berhenti Merokok

Ditegaskan dr Ewinanto, merokok merupakan salah satu aktivitas yang meningkatkan faktor risiko terjadinya hipertensi. Apabila hipertensi yang tidak terkontrol, maka akan berdampak pada munculnya penyakit kardiovaskular seperti jantung, stroke, serta gagal ginjal.

Konsumsi Makanan Sehat                                           

Upaya lain yang perlu dilakukan adalah mengkonsumsi makanan sehat. Diantaranya perbanyak konsumsi sayur dan buah, kemudian sedikit konsumsi lemak jenuh dan sedikit konsumsi gula. 

 “Itu adalah dietnya. Diet yang sehat untuk turunkan hipertensi,” ujar dia. 

Pernyataan ini disampaikan oleh dr Erwinanto karena faktor risiko atau penyebab hipertensi di Indonesia dan dunia belum terkontrol dengan baik. Misalnya saja karena kegemukan akibat berat badan yang tidak terkontrol dengan baik. 

Selain itu juga olahraga kurang, konsumsi garam tinggi dan merokok. Semua adalah faktor risiko yang sebenarnya bisa dikelola risikonya, diantaranya dengan olahraga teratur, kurangi garam, berhenti merokok dan konsumsi makanan yang sehat. 

“Penyebab (hipertensi) karena ada faktor risiko di Indonesia dan dunia yang belum terkontrol dengan baik. Selama tidak dikelola dengan baik, jangan harap jumlah hipertensi bisa menurun,” tegas dia. 

 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani