Netral English Netral Mandarin
21:08wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Inilah Langkah Jitu Menangkal Radikalisme Menurut Rektor Universitas Lampung

Kamis, 01-April-2021 22:45

Rektor Universitas Lampung Prof Karomani
Foto : Antara/Dian Hadiyatna
Rektor Universitas Lampung Prof Karomani
43

BANDARLAMPUNG, NETRALNEWS.COM - Rektor Universitas Lampung Prof Karomani menyebutkan bahwa pendekatan budaya bisa menjadi salah satu langkah jitu yang dapat diperhitungkan guna menangkal radikalisme.

"Saya yakin jika semua kedepankan nilai-nilai budaya di Indonesia radikalisme dapat ditekan," kata Rektor Unila itu di Bandarlampung, Kamis, 1 April 2021.

Menurut dia, pendekatan budaya perlu dimunculkan sebab di dalamnya terdapat nilai-nilai yang mampu melebur radikalisme, seperti di Lampung ada namanya "Piil Pesenggiri".

"Nilai-nilai 'Piil Pesenggiri' salah satunya 'sakai sambayan' atau saling membantu sesama, keluarga, serta tetangga, ada pula 'nemui nyimah', saling toleran, santun satu sama lain," kata dia.

Sehingga, lanjut dia, aksi terorisme dan radikalisme dapat ditangkal, sebab pendekatan keamanan saja tidak cukup untuk itu.

Menurut dia, tindakan terorisme dan prilaku radikalisme tidak selalu dilandasi oleh faktor ekonomi namun lebih kepada yang paling prinsip ataupun ideologi mereka sudah tercemar oleh paham radikal.

"Faktor ekonomi memang menjadi salah satunya tapi tidak selalu itu alasan menjadi terorisme. Sesusah-susahnya ekonomi seseorang tidak juga jadi teroris kalau pemahamannya tidak terpapar kepentingan-kepentingan politik yang radikal," ujarnya.

Dia pun menegaskan bahwa negara ini sudah final dengan ideologi Pancasila dan sudah diakui oleh dunia sehingga tidak ada tempat bagi paham-paham lainnya.

"Bangsa ini merupakan kebanggaan kita semua, karena beda adat istiadat, agama, bahasa, budaya, tetapi kita bisa bersatu," katanya dilansir Antara.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto