Netral English Netral Mandarin
02:44wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Lembaga Antikorupsi China Tangkap Mantan Menteri Kehakiman

Selasa, 05-Oktober-2021 22:00

Ilustrasi
Foto : Istimewa
Ilustrasi
6

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Mantan Menteri Kehakiman Fu Zhenghua, sekaligus mantan pimpinan komisi hukum pada lembaga tertinggi China, ditangkap lembaga antikorupsi.

 

Fu dituduh melakukan pelanggaran serius disiplin Partai Komunis China (CPC), menurut laporan sejumlah media setempat yang dipantau ANTARA Beijing, Selasa (5/10/2021).

Pria berusia 66 tahun itu menjabat Menkeh pada Maret 2018-April 2020 sebelum menduduki pos penting di Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat China (CPPCC) atau semacam MPR.

Media di China sempat melihat Fu sedang melakukan kunjungan kerja ke Kota Chongqing pada pertengahan September, saat Komite Nasional CPPCC sedang menyelidiki secara khusus pola pembinaan perlindungan peradilan hak dan kepentingan anak di bawah umur.

Fu termasuk pejabat senior yang cukup ahli di bidang keamanan publik setelah terlibat dalam penyelidikan berbagai kasus sejak masih menempati pos di Biro Keamanan Publik Kota Beijing.

Beberapa bulan setelah menjabat kepala Kepolisian Beijing pada Februari 2010, berbagai kelab malam top di wilayah Ibu Kota itu ditutup karena menjadi ajang prostitusi.

Baca Juga :

Oleh sebab itu, dia segera dipromosikan sebagai deputi Menteri Keamanan Publik atau semacam kepolisian nasional sebelum diangkat sebagai Menkeh pada Maret 2018.

Fu ditangkap beberapa hari setelah mantan Wakil Menteri Keamanan Publik Sun Lijun dicopot dari jabatannya dan dari CPC atas dugaan pelanggaran disiplin.

Beberapa pihak prihatin atas kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkaran pejabat senior, khususnya yang membidangi penegakan hukum.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Keamanan Publik China sekaligus Presiden Interpol, Meng Hongwei, divonis hukuman penjara selama 13,5 tahun pada Januari 2020.

Meng terpilih sebagai Kepala Interpol dalam sidang umum di Bali pada 10 November 2016.

Meng ditangkap saat baru mendarat di China pada 25 September 2018. Sebulan kemudian, dia mengundurkan diri dari posisi puncak Interpol yang berkantor pusat di Prancis. 

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati