Netral English Netral Mandarin
18:58wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Lembaga Kesehatan Publik AS Pastikan Vaksin COVID-19 Tak Memicu Kasus Radang Jantung

Rabu, 28-April-2021 09:45

Ilustrasi suntikan vaksin.
Foto : freepik.com
Ilustrasi suntikan vaksin.
16

NEW YORK, NETRALNEWS.COM - Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak menemukan adanya kaitan antara radang jantung dan vaksin COVID-19, menurut direktur Rochelle Walensky pada Selasa (27/4/2021).

"Kami tidak melihat adanya sebuah tanda dan kami sebenarnya secara sengaja telah mencari tanda tersebut pada 200 juta dosis lebih yang telah kami berikan," kata Walensky saat konferensi pers.

Menurutnya, CDC sedang berkomunikasi dengan Departemen Pertahanan AS (DOD) atas penyelidikan 14 kasus radang jantung atau miokarditis pada penerima vaksin melalui layanan kesehatan militer.

"Ini sebuah demografi yang berbeda dari yang biasanya kami lihat dan kami akan berkoordinasi dengan Departemen Pertahanan AS guna memahami apa yang terjadi pada 14 kasus tersebut," lanjutnya.

Program vaksinasi AS menyasar kaum lansia Amerika terlebih dahulu, dan kekhawatiran soal miokarditis terjadi pada penerima vaksin yang lebih muda.

Sedikitnya 17,9 juta orang berusia 30 tahun ke bawah di AS telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, berdasarkan data CDC.

Kementerian Kesehatan Israel pada Minggu mengatakan sedang mendalami segelintir kasus radang jantung pada penerima vaksin COVID-19 Pfizer, meski pihaknya belum menarik kesimpulan apa pun. Sebagian besar kasus di Israel dilaporkan pada mereka berusia hingga 30 tahun.

Pfizer mengaku belum mengamati tingkat kondisi yang lebih tinggi dari yang biasanya diperkirakan pada masyarakat umum.

COVID-19 sendiri telah dihubungkan dengan kasus miokarditis pada sejumlah pasien. Demikian seperti dikutip Antara dari Reuters.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP