Netral English Netral Mandarin
21:48wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Lemkapi: Setahun Dipimpin Listyo Sigit, Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri Semakin Baik, Namun...

Kamis, 21-Oktober-2021 03:00

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan
Foto : Istimewa
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan kepala satuan wilayah (Kasatwil) untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota polisi yang melanggar aturan dalam waktu cepat dengan langsung memecat atau memproses pidana. 

Terkait pernyataan tegas Kapolri tersebut, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) berharap tidak ada lagi anggota Polri yang melanggar hukum. 

Lemkapi menilai komitmen Kapolri mempertegas lagi kesungguhannya agar kinerja seluruh jajarannya semakin baik di tengah masyarakat. 

"Kita harapkan tidak ada lagi anggota Polri yang melanggar hukum," kata Direktur Eksekutif Lemkapi, Dr Edi Hasibuan di Jakarta,  dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/10/2021) 

Menurut mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini, sikap tegas Kapolri sangat dibutuhkan untuk mewujudkan program Polri yang dipercaya masyarakat.

“Setahun dipimpin Listyo Sigit, kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus semakin baik. Namun, belakangan ini, kerja keras seluruh jajaran Polri seolah tidak kelihatan gara-gara beberapa oknum polisi yang melakukan tindakan tak terpuji," katanya menegaskan.

Menurutnya, masyarakat merasakan, hadirnya polisi di mana-mana saat pandemi COVID-19 dan polisi banyak melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang kesulitan pada masa pandemi, katanya.

Edi berharap, dengan komitmen dan ketegasan Kapolri ini maka tidak ada lagi anggota Polri yang menyimpang dan menyalahgunakan kewenangan.

Secara khusus, dia mengusulkan, agar Polri memperkuat pengawasan proses hukum kasus narkoba karena masih banyak disorot masyarakat.

 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Lisyo Sigit Prabowo menerbitkan telegram nomor ST/2162/X/HUK.2.8./2021 tertanggal 18 Oktober 2021 tentang Mitigasi dan Pencegahan Kasus Kekerasan Berlebihan.

Telegram itu dilatarbelakangi munculnya sejumlah tindakan oknum polisi yang tidak profesional sehingga mencoreng citra kepolisian.

Tindakan itu antara lain, polisi tidak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus penganiayaan di Kota Medan, polisi membanting mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Tangerang Banten, serta polisi menganiaya pengendara sepeda motor di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Perlu tindakan tegas, jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada Kasatwil yang ragu, apabila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui sarana video konferensi (vicon), seperti dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri pada Selasa (18/10/2021). 

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi