Netral English Netral Mandarin
00:40wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Liburan di Rumah Peri Hanya Ada di Sini, Cocok untuk Wisata Keluarga

Kamis, 30-September-2021 19:30

Wisata unik di Selandia Baru.
Foto : Instagram inibaruselandiabaru.
Wisata unik di Selandia Baru.
13

AUCKLAND, NETRALNEWS.COM - Selandia Baru memang masih tertutup bagi wisatawatan datang. Namun tak ada salahnya jika negara ini masuk dalam list destinasi Anda selanjutnya setelah pandemi usai.

Percaya gak percaya, selalu ada berkah dibalik pandemi Covid-19. Sejak Lockdown Level 4 pertama pada tahun 2020 di Selandia Baru, rumah peri mulai bermunculan di sebuah taman di Hobsonville, Auckland.

Adalah Jo Lyes @fairyworksnz yang mulai membangun rumah peri pertamanya pada April 2020, dengan menggunakan material yang jatuh dari pohon.

Misinya adalah untuk menginspirasi imajinasi anak-anak dan orang dewasa yang ada disekitar Hobsonville. Ia tidak ingin COVID-19 menghantui pikiran warga.

Dilansir dari Inibaruselandiabaru, Jo Lyes berangan-angan bagaimana anak-anak "menyeret" orang tua mereka ke luar rumah untuk melihat rumah-rumah peri. Ia membayangkan bagaimana anak-anak akan berlari dari satu pohon ke pohon berikutnya dengan orang tua berjuang untuk mengikuti langkah mereka.

Bagi anak-anak, mereka bisa berimajinasi seperti apa rupa penghuni rumah peri kecil itu dan apa yang bisa mereka lakukan.

Untuk orang-orang dewasa, ini bisa membangkitkan ingatan dan pengalaman saat masa kanak-kanak, saat-saat dimana hidup itu sederhana tidak "complicated," dan segala sesuatu mungkin terjadi.

Adanya rumah-rumah peri ini membawa dampak positif yang besar. Ada orang-orang (tidak hanya anak-anak) yang mengetuk pintu rumah peri dan berkata, "Halo? Saya di sini! Apakah kamu di dalam?"

Yang lain membawakan hadiah, seperti batu yang dilukis dengan indah, gambar, surat dan puisi, bugga, dan bahkan potongan kue (karena semua orang tahu peri suka kue!)

Seorang ibu sambil menangis bercerita betapa bersyukurnya dia melihat putrinya ,yang biasanya sangat pemalu, dengan penuh semangat menjelaskan seperti apa peri itu dan apa yang mereka lakukan.

Masih banyak lagi cerita bagaimana anak-anak bisa bermain-main dengan imajinasi mereka dengan sangat kreatif. Tampaknya, Selandia Baru bakal memiliki calon-calon penulis buku cerita dan novel hebat di dunia. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani