3
Netral English Netral Mandarin
16:38 wib
Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi jalannya Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat dan petir hari ini, Senin (8/3).
Lieus Minta Polisi Tangkap Relawan Jokowi yang Rasis ke Natalius Pigai

Minggu, 24-January-2021 06:40

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.
Foto : Istimewa
Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Postingan akun Facebook Ambroncius Nababan pada Selasa (12/1/2021) yang memasang foto aktivis HAM Natalius Pigai berdampingan dengan seekor gorila, viral di media sosial. 

Dalam psotingannya, akun Ambroncius Nababan membuat narasi "Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat utk MANUSIA bukan utk GORILLA apalagi KADAL GURUN. Karena menurut UU Gorilla dan kadal gurun tidak perlu di Vaksin. Faham?".

Meski postingan tersebut tak lagi terlihat di akun Facebook Ambroncius, namun tangkapan layar unggahannya itu telah beredar luas di media sosial.

Mengomentari hal itu, Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, meminta aparat kepolisian bersikap adil dengan menangkap pemilik akun Ambroncius Nababan yang telah rasis dan menghina Natalius Pigai. 

“Sudah berkali-kali Natalius Pigai mendapat perlakuan rasis. Kali ini Ambroncius Nababan yang bahkan menyamakan Natalius dengan gorilla," kata Lieus dalam keterangan tertulis yang diterima netralnews.com, Minggu (24/1/2021).

"Ini sangat keterlaluan dan jelas tindakan rasis yang tidak sedikitpun mencerminkan manusia Indonesia yang ber-Pancasila. Karena itu kita meminta Polisi segera menangkap orang itu,” geramnya. 

Menurut Lieus, penghinaan dan tindakan rasis Ambroncius Nababan yang diduga menjabat sebagai Ketua Umum relawan Pro Jokowi Amin (Projamin) itu tidak bisa dibenarkan. 

“Ini rasisme yang sangat parah. Seolah dia orang yang paling kecakepan di negeri ini dengan mengata-ngatai dan menyamakan Natalius yang asal Papua itu seperti Gorilla. Biadab sekali pola pikir orang ini,” tegasnya.

Lieus mengingatkan, janganlah perbedaan pendapat atau dukungan dalam politik menjadikan bangsa ini jadi kehilangan adab. “Tak ada satupun manusia di bumi ini yang sempurna. Sikap seperti si Ambroncius inilah yang memecah belah bangsa ini dan membuat orang-orang Papua minta merdeka,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Lieus mengaku tidak habis pikir kenapa saat ini orang-orang penyebar kebencian dan bersikap rasis seperti Ambroncius Nababan ini seakan mendapat angin dari pemerintah. 

“Mereka seolah-olah bebas melakukan dan mengatakan apa saja. Jika hal seperti ini terus  dibiarkan, maka akan sulit bagi bangsa ini untuk tetap bersatu dalam bingkai kebhinnekaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini menegaskan, sebelum semuanya terlambat, Polisi harus segera bertindak. 

“Tangkap orang ini karena dia telah menimbulkan keresahan dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan,” tandas Lieus. 

“Jangan karena dia relawan Jokowi dan merasa punya kedekatan dengan para pejabat di negeri ini, dia bisa berbuat sesukanya dan polisi memdiamkannya. Padahal kalau yang melakukan penghinaan itu orang yang lain, polisi sangat cepat bertindak,” pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani