Netral English Netral Mandarin
16:55wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Lieus: Seharusnya Semua Anggota DPR Berteriak 'Lepaskan Habib Rizieq'

Kamis, 23-September-2021 20:00

Lieus Sungkarisma
Foto : Istimewa
Lieus Sungkarisma
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik Lieus Sungkharisma menilai ada ketidakadilan dalam penegakan hukum sejumlah perkara yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS).

Hal itu disinggung Lieus saat menjadi narasumber di acara acara Catatan Demokrasi tvOne bertajuk 'Mahalnya Harga Toleransi di Negara Demokrasi'.

Lieus menyoroti vonis yang dijatuhkan hakim terhadap Habib Rizieq dalam tiga perkara berbeda, yakni kasus kerumunan di Petamburan, kerumunan di Megamendung, dan kasus tes swab RS Ummi Bogor.

Diketahui, Habib Rizieq divonis 4 tahun penjara terkait kasus tes swab RS Ummi, kemudian 8 bulan penjara di kasus kerumunan Petamburan, dan denda Rp 20 juta subsider 5 bulan kurungan pada kasus kerumunan Megamendung.

Lieus mempersoalkan putusan hakim dalam kasus tes swab RS Ummi. Ia mengatakan, hanya karena HRS mengaku dalam kondisi baik dan sehat saat dirawat di RS Ummi, hakim memvonisnya 4 tahun penjara karena dinilai melakukan penyiaran berita bohong dan timbulkan keonaran.

"Nah sekarang, Habib Rizieq ditangkap, pasalnya apa? Pasalnya karena dia bilang dia sehat, kenanya 4 tahun," kata Lieus seperti dilihat netralnews.com di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (23/9/2021).

"Ini kan urusan karena dia (HRS) ngomong dia sehat kena 4 tahun lho, ngeri nih. Ini proses yang paling serius di pemerintahan sekarang. Ini yang bikin orang marah," tegas Koordinator Forum Rakyat itu.

Lieus menambahkan, seharusnya Habib Rizieq sudah bebas setelah menjalani hukuman penjara 8 bulan dan membayar denda dalam kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung. Namun, gara-gara vonis 4 tahun dalam kasus tes swab RS Ummi, eks pentolan FPI itu kini masih mendekam dibalik jeruji besi.

"(Kasus Petamburan) Dia berkerumun nikahin (anaknya) udah dihukum 8 bulan. Kemudian kena denda 20 juta (kasus kerumunan Megamendung), udah abis. Tapi sekarang masih dalam sel karena kena pasal (soal HRS mengaku sehat)," tandasnya.

Mirisnya, sebut Lieus, ketidakadilan dalam penegakan hukum terhadap HRS dipertontonkan, namun para wakil rakyat di parlemen seperti diam membisu. Seharusnya, kata Lieus, semua anggota DPR menyerukan pembebasan Habib Rizieq.

"Kok ini nggak ada yang teriak, termasuk anggota dewan. Mustinya 575 anggota dewan tuh berteriak 'lepaskan Habib Rizieq," pungkas Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P