Netral English Netral Mandarin
09:53wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Lieus Sungkharisma: Israel Harus Ditindak Tegas, Tak Cukup dengan Kutuk dan Kecam

Rabu, 19-Mei-2021 02:00

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma
Foto : Netralnews.com/Adiel Manafe
Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Serangan besar-besaran Israel ke jalur Gaza, Palestina yang menewaskan banyak orang termasuk perempuan dan anak-anak, mendapat kecaman dari masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma, bahkan dengan tegas meminta pemerintah Indonesia menutup semua peluang bagi hubungan diplomatik dengan negara zionis itu.

“Ini bukan hanya kehendak saya, tapi merupakan kehendak sejarah yang pernah dikatakan Presiden Soekarno tahun 1962,” kata Lieus dalam keterangan tertulisnya kepada netralnews.com, Rabu (19/5/2021).

Bung Karno, lanjut Lieus, pernah menyebut, 'Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel'.

Pernyataan Bung Karno itu, jelas Lieus, adalah kehendak sejarah yang merupakan tekad bangsa Indonesia. “Oleh karena itu, pemerintah Indonesia, apapun alasannya,  jangan pernah melupakan kehendak sejarah itu," tegas tokoh Tionghoa itu.

Sikap Israel yang terus melakukan agresi terhadap bangsa Palestina, menurut Lieus, tidak bisa lagi disikapi dengan mendikotomi perang yang terjadi sebab masalah agama.

“Tidak. Kecamuk perang di Palestina adalah masalah penjajahan dan pembantaian kemanusiaan. Dan bangsa Indonesia, sesuai dengan UUD 1945 Pancasila, menolak setiap penjajahan di muka bumi dan mengutamakan perikemanusiaan,” ujarnya.

Selain itu, Lieus Sungkharisma juga mengecam sebagian kecil orang Indonesia yang membela agresi Israel terhadap Palestina.

“Saya menilai mereka yang membela agresi Israel ke Palestina itu tidak paham sejarah saja. Untuk mengingatkan saja, Indonesia itu punya utang jasa pada bangsa Palestina karena merekalah salah satu negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Lebih jauh, Lieus meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah tegas dan berkoordinasi dengan negara-negara OKI terkait agresi Israel terhadap Palestina saat ini.

Ia juga berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap lebih tegas terhadap pembantaian Israel pada bangsa Palestina yang terjadi saat ini.

“Kita tidak bisa lagi sekedar mengutuk, mengecam. Harus ada tindakan lebih tegas terhadap Israel, termasuk misalnya dengan memblokade aset-aset perusahaan milik orang Yahudi yang ada di negeri ini,” papar Lieus.

Sebagai pemimpin negara muslim terbesar di dunia, tambah Lieus, Presiden Jokowi harus lebih proaktif dengan mendesak negara-negara anggota OKI, Dewan Keamanan PBB serta masyarakat dunia untuk menyelamatkan bangsa Palestina dari pembantaian Israel.

“Saya yakin, jika pak Jokowi melakukan hal itu, seluruh umat Islam di Indonesia pasti akan mendukung dan bersatu padu di belakangnya. Sebab isu Palestina adalah sesuatu yang sangat sensitif bagi umat Islam di Indonesia,” imbuhnya.

“Dan sebagai warga bangsa Indonesia, saya akan mendukung segala upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina,” pungkas Lieus. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati