Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:25wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
AA Minta Jangan Ada Fitnah Meninggal Ustadz Maheer: Infonya Malah Akibat Penyakit Tak Bisa Disebutkan 

Selasa, 09-Februari-2021 12:00

Ustadz Maaheer meninggal di tahanan.
Foto : Istimewa
Ustadz Maaheer meninggal di tahanan.
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Akademisi Ade Armando meminta para kelompok oposisi buat tak membuat fitnah atas meninggalnya tersangka kasus penghinaan, Ustadz Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata. 

Sebab, kata Ade dirinya mendapatkan kabar kalau penyebab meninggalnya akibat penyakit yang belum bisa disebutkan secara etis. Apalagi, jenis penyakitnya bisa menjatuhkan nama almarhum Soni Eranata. 

"Mereka menyebarkan fitnah bahwa Maher tewas di tahanan polisi karena disiksa. Saya justru dapat kabar bahwa dia meninggal akibat penyakit yg belum bisa saya sebut namanya karena bila ternyata benar akan menjatuhkan nama Maher. Perlu buka2an?," tulisnya seperti dilansir Jakarta, Selasa (9/2/2021). 

Seperti diketahui, Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata dikabarkan meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri. Almarhum meninggal dunia diduga karena sakit.

Kabar tersebut disampaikan oleh eks Sektretaris Bantuan Hukum DPP Fornt Pembela Islam/FPI Aziz Yanuar. Aziz mengaku baru menerima kabar duka tersebut.

“Ustaz Maher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri beberapa menit lalu, semoga husnul khotimah, dan semoga mendapatkan pahala syahid. Kami khawatir habaib dan ulama kami,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Senin (8/2).  

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani