Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:31wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Anies Diminta Mundur, EK: Dia Memang Tak Becus Tangani Covid-19, Tapi Sudah Ngecat Genteng dan Trotoar

Senin, 25-January-2021 20:39

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi (EK)
Foto : Istimewa
Pegiat media sosial Eko Kuntadhi (EK)
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut mengomentari desakan mundur dari Partai Gerindra Jakarta Timur kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan karena dianggap menyerah hadapi Covid-19. Eko, dengan nada satir, manengakui Anies memang tak becus menangani Covid-19. Tapi Anies Masih mampu mengerjakan proyek berfaedah seperti mengecat trotoar dan genteng sehingga Masih layak disebut berprestasi.

"Penanganan Covid19 di Jakarta emang acak-kadut. Tapi kan, Gubernur Jakarta sudah ngecat genteng dan trotoar. Prestasi itu jangan dilupakan. 

Masa orang berprestasi di suruh mundur. Ada2 aja..." Tulis Eko di akun Twitternya, Senin (25/1/2021).

Sebelumnya, Alasan kenapa Anies disebut menyerah adalah karena dia meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi penanganan COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

"Aksi spektakuler Anies yang selama ini dipertontonkan untuk melawan COVID-19 di DKI Jakarta mendadak hilang, lenyap, dalam pemberitaan media nasional. Aksi spektakuler tersebut terlihat dari beberapa pergub yang dikeluarkan, bahkan bersama DPRD mengeluarkan perda terkait penanganan penanggulangan penyebaran COVID-19 di Jakarta," ujar Ali melalui keterangan tertulis kepada media, Senin (25/1/2021).

"Bukan sekadar aturan-aturan saja, bahkan sanksi bagi warga Jakarta pun dirumuskan untuk melawan COVID-19. Namun apa daya, banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan tidak mampu meredam sang virus. Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya. Sampai pada akhirnya tersiar kabar Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih kordinasi penanganan COVID-19 di Jakarta," sambungnya.

Menurutnya, alasan Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi agar ada peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah penyangga Jakarta. Sebab, seperempat pasien COVID-19 dari Bodetabek selama ini dirawat di Jakarta.

"Terkait hal di mana Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi penanganan COVID-19 di Jakarta menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies nyerah lawan COVID-19? Jika seperti itu, sebaiknya mundur saja dari jabatan gubernur," ucapnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati