Netral English Netral Mandarin
14:57wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Sebut Kapolri Kristen, Paul Zhang Bakal Tak Diapa-apain, FH: Wahai Anwar Abbas, Lidahmu Jangan Memprovokasi Benturan Antar Agama!

Kamis, 22-April-2021 10:51

Anwar Abbas
Foto : Suara Muhammadiyah
Anwar Abbas
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ferdinand Hutahaean geram dengan Anwar Abbas terkait pernyataannya tentang Paul Zhang.

“Sy berharap asumsi sprt ini dihindari. Profesionalisme jgn rusak dgn lidah tak bertulang yg  berdusta dan cenderung fitnah,” kata Ferdinand, Kamis 22 April 2021.

“Wahai Anwar Abbas, lidahmu jgn gunakan memprovokasi benturan antar agama krn yg kau sampaikan ini TIDAK BENAR. @DivHumas_Polri,” tandasnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua MUI Anwar Abbas angkat bicara terkait pernyataan kontroversial YouTuber Jozeph Paul Zhang yang mengaku sebagai Nabi ke-26 dan pernyataan lainnya yang dinilai telah menistakan agama Islam.

Anwar Abbas menilai, Jozeph Paul Zhang telah melanggar aturan-aturan yang sangat fundamental dan mendasar, sehingga menyebabkan kegaduhan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Anwar Abbas saat menjadi narasumber di acara "Apa Kabar Indonesia" bertajuk "Buronan Polisi: Jozeph Bisa Dideportasi?" pada Selasa, 20 April 2021.

"Orang yang namanya Paul Zhang ini, ribut kita semua itu, negara lain pun ribut dibuatnya, karena terjadi pelanggaran-pelanggaran yang sangat fundamental dan mendasar," kata Anwar Abbas, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis, 22 April 2021.              

Anwar Abbas menjelaskan bahwa seorang Nabi bagi pemeluk agama adalah orang yang sangat dihormati, sehingga apabila ada orang yang menghinanya, tentu kemarahan akan memuncak.

"Karena yang namanya agama itu sesuatu yang kita anggap suci, yang namanya Nabi itu bagi pemeluk agama adalah orang-orang yang sangat dihormati," kata Anwar Abbas.

"Jadi kalau seandainya agama dan Nabi dihina, dicela, dicerca, ya tentu saja kemarahan akan memuncak, dan akibatnya stabilitas dalam negeri akan menjadi terganggu," sambungnya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas menilai, Jozeph Paul Zhang terkesan tak kenal takut dan malah menantang, karena meyakini dirinya tidak akan diapa-apakan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

"Saya melihat Bapak Kapolri yang sangat sensitif sekali soal hal ini. Kalau dalam video yang saya baca dan dengar itu, Paul Zhang ini yakin dia tidak akan diapa-apakan karena Kapolrinya Kristen," kata Anwar Abbas.

Meski demikian, Anwar Abbas meyakini bahwa Listyo Sigit Prabowo akan bersikap tegas atas pelanggaran yang dilakukan Jozeph Paul Zhang.

"Kesimpulan saya, ayo mari kita sama-sama buktikan bahwa Kapolri tidak seperti yang dia asumsikan," kata Anwar Abbas.

"Kenapa saya percaya? Karena saya sudah pernah berdiskusi dengan beliau dan beliau ini sangat menghormati nilai-nilai atau norma-norma untuk saling menghormati antarumat beragama," sambungnya.

Anwar Abbas lantas menjelaskan bahwa sejak 1945, Indonesia sudah sepakat menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa.

"Kita sudah sepakat di tahun 1945 untuk menjadikan Pancasila sebagai falsafah bangsa kita. Jadi, Pancasila ini harus kita pahami dengan baik. Tetapi herannya saya, mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi akan dihapus," kata Anwar Abbas.

Menurutnya, dengan adanya peraturan yang menghilangkan Pancasila dalam standar pendidikan nasional, itu sangat berbahaya, sehingga tak heran jika ke depannya akan terjadi hal-hal seperti yang dilakukan Jozeph Paul Zhang.

"Lalu pertanyaan dalam diri saya, kalau aturan seperti itu dibuat oleh pemerintah atau sifatnya masih perencanaan, ini bagi saya berbahaya sekali," ucapnya.

"Karena semakin tidak kenal, tidak akrab, dan tidak dekat dengan falsafah bangsa kita, Pancasila. Sehingga terjadilah hal kayak begini, hina menghina, dan sikap tidak saling menghormati. Sehingga akibatnya negara gaduh," tutur Anwar Abbas.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto