Netral English Netral Mandarin
11:51wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Positif Seiring Melemahnya Data Tenaga Kerja AS

Senin, 10-Mei-2021 17:27

Ilustrasi Rupiah
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah
57

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ditutup positif seiring melemahnya data tenaga kerja Amerika Serikat. 

Rupiah ditutup menguat 87 poin atau 0,61 persen ke posisi Rp14.198 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.285 per dolar AS. 

"Investor terus menilai laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan minggu sebelumnya dan implikasinya terhadap kebijakan moneter menjelang data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin (10/5/2021). 

Data ketenagakerjaan non pertanian AS atau non farm payrolls periode April hanya naik 266.000, lebih rendah dari proyeksi sebesar 1 juta. 

Tingkat pengangguran AS juga naik menjadi 6,1 persen pada bulan lalu, di tengah meningkatnya kekurangan lapangan pekerjaan. 

Angka yang mengecewakan itu dikaitkan dengan kurangnya pekerja dan bahan baku, bahkan ketika situasi COVID-19 yang membaik dan langkah-langkah stimulus pemerintah mendorong pemulihan ekonomi negara dari COVID-19. 

Angka tersebut jauh dari yang diharapkan dan dinilai akan membuat The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter longgar atau dovish sebelum adanya kemajuan substansial lebih lanjut. 

Investor sekarang menunggu data inflasi AS, termasuk Indeks Harga Konsumen inti, yang akan dirilis akhir pekan ini. China juga akan merilis data inflasi pada Selasa (11/5/2021). 

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap mata uang lainnya saat ini berada di posisi 90,193, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 90,233. 

Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini berada di level 1,595 persen, naik dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 1,579 persen. 

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.145 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.145 per dolar AS hingga Rp14.213 per dolar AS. 

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat menjadi Rp14.198 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.289 per dolar AS.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli