Netral English Netral Mandarin
04:46wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Bakal Makan Waktu Berminggu-minggu, Begini Skenario Pembebasan Kapal Sepanjang 400 Meter Kandas di Terusan Suez

Sabtu, 27-Maret-2021 11:00

Kapal Ever Given panjang 400 meter yang kandas di Terusan Suez dan menutup jalur perlintasan kapal yang lebarnya hanya 200-an meter..
Foto : www,vesselfinder.com
Kapal Ever Given panjang 400 meter yang kandas di Terusan Suez dan menutup jalur perlintasan kapal yang lebarnya hanya 200-an meter..
51

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Operasi untuk membebaskan kapal kontainer raksasa yang terjebak di Terusan Suez terus berlanjut, dengan perkiraan bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Kapal Ever Given, dioperasikan oleh perusahaan Taiwan Evergreen Marine, memiliki panjang empat lapangan sepak bola dan terletak di ujung selatan kanal menutup jalan bagi kapal unutk lain melewati salah satu jalur air tersibuk di dunia itu.

Lalu, bagaimana Ever Given bisa dipindahkan?

Seorang pejabat otoritas kanal Mesir yang tidak disebutkan namanya mengatakan pada Kamis malam bahwa mereka perlu memindahkan antara 15.000 hingga 20.000 meter kubik (530.000 hingga 706.000 kaki kubik) pasir untuk mencapai kedalaman 12 hingga 16 meter (39 hingga 52 kaki).

Kedalaman itu kemungkinan memungkinkan kapal mengapung dengan bebas lagi, katanya.

Selain itu, sembilan kapal tunda telah dikerahkan untuk membebaskan kapal, menurut perusahaan yang mengelola pengoperasian kapal, Bernhard Schulte Shipmanagement (BSM).

Kapal Ever Given panjangnya 400 meter (1.300 kaki), terjepit diagonal di kanal yang lebarnya tidak lebih dari 200 meter (656 kaki).

Menggunakan kabel atau menempatkan diri langsung di samping kapal yang tertimpa, kapal tunda berusaha memindahkannya dari tepian pasir di kedua sisi kanal.

Karena berakar kuat pada kedua sisi terusan, semua upaya sejauh ini terbukti sangat sulit untuk mengubahnya, kata Sal Mercogliano, pakar sejarah maritim di Universitas Campbell di AS.

“Fokusnya sekarang adalah pengerukan untuk menghilangkan pasir dan lumpur dari sekitar sisi kiri haluan kapal. Selain kapal keruk yang sudah ada di lokasi, kapal keruk isap khusus sekarang ada di kapal dan akan segera mulai bekerja. Kapal keruk ini bisa menggeser 2.000 meter kubik material setiap jamnya, ” kata perusahaan pengelola kapal tersebut, seperti dikutip netralnews dari vesselfinder.com.

Reporter :
Editor : Irawan HP