Netral English Netral Mandarin
23:12wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
COVID-19 Makin Menggila, Pemerintah Segera Terapkan PPKM Darurat?

Selasa, 29-Juni-2021 16:15

Ilustrasi penerapan PPKM
Foto : Istimewa
Ilustrasi penerapan PPKM
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Semakin merebaknya kasus penularan Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah memunculkan wacana penerapan Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebagai pengganti PPKM Mikro. Wacana ini bahkan sudah menjadi bahan pembahasan dalam rapat kabinet.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, membenarkan PPKM Darurat sudah dibahas dalam rapat kabinet. Tetapi, dia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai rencana kebijakan ini, termasuk kapan akan mulai diterapkan.

"Ada (pembahasan PPKM darurat di rapat kabinet)," ujar Muhadjir singkat saat dihubungi, Selasa (29/6/2021).

Menurut Muhadjir, pembahasan mengenai PPKM darurat dibahas dalam rapat kabinet dan berlangsung cukup lama. Bahkan pada rapat terbatas pada Senin kemarin, 28 Juni 2021, wacana tersebut juga dibahas.

PPKM darurat ini diusulkan berlaku pada 2-15 Juli 2021. Sejumlah sektor diperketat, di antaranya WFH 100 persen, restoran delivery only, dan 25 persen kapasitas mal.

Kegiatan olahraga, sosial, budaya, dan politik yang melibatkan banyak orang juga dilarang. Namun PPKM darurat ini tidak berlaku di semua daerah, hanya diberlakukan di kabupaten/kota di Jawa dan Bali yang mendapatkan skor level 3 dan 4 berdasarkan metode penilaian laju penularan kapasitas respons dari WHO.

Poin lain dalam usulan skema PPKM darurat itu adalah alokasi 70 persen vaksin diprioritaskan di daerah-daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi. Selain itu, jumlah testing terus ditingkatkan hingga 450 ribu per hari.

Sementara, muncul kabar Presiden Joko Widodo akan menerapkan PPKM darurat mulai Rabu besok, 30 Juni 2021. Jokowi sendiri disebut memimpin langsung rapat pembahasan PPKM darurat hari ini.

 

Seperti dilaporkan Straits Times, aturan baru ini akan mewajibkan pekerja di sektor non-esensial untuk Work From Home (WFH). Juga melarang makan di tempat pada restoran, kedai maupun rumah makan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

 

"Tunggu saja detail selengkapnya dari Istana," ujar sumber tersebut.

 

Jika diterapkan, aturan baru ini akan memuat sejumlah ketentuan lain seperti pembatasan WFO maksimal 25 persen. Juga pengunjung restoran makan di tempat dibatasi maksimal 25 persen.

Kemudian, penerbangan domestik hanya diizinkan bagi penumpang yang sudah divaksin. Selain itu, juga harus dapat menunjukkan hasil negatif dari swab test Polymerase Chain Reaction (PCR).

Reporter :
Editor : Nazaruli