Netral English Netral Mandarin
16:25wib
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dugaan penipuan oleh anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty. Pesawat Kepresidenan ganti warna cat dari biru langit menjadi merah putih. Pergantiam cat itu menuai pro kontra.
Duh, Kenapa Doa TZ agar JKW Meninggal Malah Diungkit-ungkit? Netizen: Sejatinya Doa Itu Selain untuk Orang Lain Akan Kembali Diri Sendiri

Selasa, 11-Mei-2021 09:00

Tengku Zulkarnain dan Presiden Joko Widodo
Foto : Kolase Indozone
Tengku Zulkarnain dan Presiden Joko Widodo
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warganet kembali ungkit-ungkit berita lama usai Tengku Zulkarnain meninggal. Yang disayangkan, soal Tengku Zul doakan Presiden Jokowi meninggal adalah yang banyak sekali menjadi sorotan. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, hal itu juga dikomentari banyak netizen. Sehingga, akun MLT memberikan saran  penting agar warganet tak ungkit hal-hal buruk.

MLT: "Bukan mau mengungkit2 yah tapi pelajaran penting yang bisa kita petik, mari kita belajar dari pengalaman orang lain. Sebelumnya ada alm Sony eranata yang juga menyumpahi orang lain mati dan kemudian balik kepada dirinya sendiri.Sejatinya doa itu selain ditujukan kepada orang lain, akan kembali kepada kita sendiri, jadi biasakan mendoakan orang yang baik2 saja. Jangan jadikan kebiasaan menyumpah2i orang mati.  Mati itu bisa jadi bukan mati raga tapi bisa juga mati rejeki, mati jodoh, dll." 

Untuk diketahui, Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Ustaz Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang melawan virus Corona (COVID-19). Pria kelahiran Medan itu menutup mata di usia 57 tahun, di RS Tabrani Pekanbaru.

Tengku Zulkarnain adalah tokoh ulama yang aktif di media sosial Twitter. Melalui akunnya @ustadtengkuzul, ia beberapa kali memberikan kritik terkait perekonomian Tanah Air yang disorot oleh warganet.

Postingan terakhirnya malah dinyinyiri banyak netizen lantaran pernah menyumpahi Presiden Jokowi Wafat.

Awalnya ustad tengku zulkarnaen menulis, “Semoga semua kaum Muslimin yg wsfat kena covid 19 diampuni dan dimuliakan Allah. Sementara yg berhasil sembuh dilindungi Allah dalam keta'atan kepadaNya. Al Fatihah...Amin”

Namun banyak netizen malah kirimkan tangkapan layar berita pernyataan Tengku Zul terkait harapan jika Jokowi meninggal.

Kala itu Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnai secara terang-terangan membeberkan alasan mengapa dirinya tidak mendukung  Joko Widodo dan memilih mendukung Prabowo saat Pilpres 2019 lalu, padahal wakil Jokowi adalah Ketua MUI Maruf Amin.

Tengku Zul mengaku dirinya tidak cocok dengan Joko Widodo karena dilatarbelakangi oleh PDI-P . Ia juga menyatakan bahwa dirinya baru akan mendukung jika Maruf Amin yang maju menjadi presiden.

"Kalau Kyai Maruf jadi presiden saya tim kampanyenya, pakai duit saya," kata Tengku Zul saat menjadi narasumber tayangan kanal YouTube Refly Harun yang diunggah pada Senin, (22/6/2020).

Tengku Zul melanjutkan, karena ada Presiden Jokowi di samping Maruf Amien, maka ia hanya bisa memberi dukungannya separuh saja.

"Tapi ada Jokowi di situ ya separuh-separuh. Kalau Jokowi wafat Kyai Maruf jadi presiden, baru saya banyak membantu. Tapi kalau salah tetap kritik," ucap Tengku Zul.

Mendengar pernyataan Tengku Zul itu, Refly Harun tampak sedikit kaget, "Wah ini pernyataan keras, nih."

"Saya memang begitu sama Kyai Maruf, saya kalo sama Kyai Maruf tanpa risau. Saya bergaul 22 tahun sama Kyai maruf beliau ketua umum, saya wakil sekjend," kata Tengku Zul.

Meskipun demikian, Tengku Zul tetap menyatakan ketidakcocokannnya dengan Presiden Joko Widodo.

"Tetapi saya enggak mau sama Pak Jokowi, karena di belakang Pak Jokowi siapa? Saya enggak cocok. Ada PDIP di situ kan saya enggak cocok," jelas Tengku Zul.

Tengku Zul membeberkan alasan ketidakcocokannya dengan PDIP yang dinilainya tidak memiliki sikap dalam memperjuangkan agama. Ia lantas menyinggung soal sikap DPR dari fraksi partai berlogo banteng tersebut yang memilih walkout dalam pembahasan UU Pornografi dan UU Pendidikan.

"Coba UU pendidikan, Bang Rafly masih ingat pasal 12 a, tiap-tiap anak didik berhak mendapat pendidikan agama, sesuai agama yang dianutnya, dengan diajarkan guru yang seagama yang dianutnya. Ini kok walkout," ujar Tengku Zul.

Di sisi lain, Tengku Zul juga bercerita bahwa dirinya pernah membahas soal pendapatnya kepada PDIP dengan almarhum Taufiq Kiemas yang merupakan politikus sekaligus suami dari Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Waktu itu ditawari jadi DPR RI dari PDIP, saya bilang saya enggak mau karena kalian cenderung sekuler. Taufiq Kiemas bilang gini, "kapan PDIP jadi hijau kalau alim ulama enggak mau datang ke PDIP?"" kata Tengku Zul menirukan ucapan Taufid Kiemas.

Mendengar pernyataan Taufiq, Tengku Zul sempat termenung. Namun, ia bersikukuh dengan pendiriannya.

"Saya bilang begini lah, "Bang, jadikan dulu PDIP jadi hijau, baru saya masuk. Saya khawatir kalau saya masuk bukan PDIP  yang jadi hijau tapi saya yang jadi merah," kata pria berdarah Melayu Deli tersebut seperti dinukil Suara.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati