Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:06wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Ungkit Tindak Asusila Tertinggi di Sumbar, EK Sebut Siswi Berjilbab agar Tak Digigit Nyamuk

Rabu, 27-January-2021 09:09

Ungkit Sumbar Kasus Asusila Tertinggi, Eko Kuntadhi Sebut Siswi Berjilbab untuk Lindungi dari Gigitan Nyamuk
Foto : Istimewa
Ungkit Sumbar Kasus Asusila Tertinggi, Eko Kuntadhi Sebut Siswi Berjilbab untuk Lindungi dari Gigitan Nyamuk
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi, Selasa malam (26/1/21) mencuit pernyataan sindiran. Ia mengatakan bahwa jilbab untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Diduga, pernyataan itu ditujukan kepada eks Walikota Padang, Sumatera Barat.

"Iya bener kata Walikota bekas di Padang. Siswi berjilbab gunanya hanya untuk melindungi mereka dari gigitan nyamuk....," kata Eko.

Uniknya, Eko juga mengunggah cuplikan berita Katadata tentang Sumatera Barat sebagai wilayah dengan kasus asusila tertinggi di Indonesia.

Untuk diketahui, pada 2015, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Sumatra Barat merupakan provinsi dengan jumlah kejadian kejahatan kesusilaan terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 369 kejadian.

Di posisi kedua Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 306 kejadian. Adapun provinsi dengan jumlah kejadian paling sedikit adalah Provinsi DI Yogyakarta dan Papua dengan masing-masing 43 kejadian dan 12 kejadian.

Menurut Biro Pengendalian Operasi Markas Besar Kepolisian RI yang dikutip BPS, dari 369 kasus asusila di Sumatra Barat, sebanyak 67 kasus berupa perkosaan dan 302 kasus pencabulan. Sedangkan, kejahatan asusila di Sulawesi Selatan terdiri atas 95 kasus perkosaan dan 211 kasus pencabulan.   

Smenetara pada tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Kriminal 2018 mencatat jumlah kejadian kejahatan terhadap kesusilaan dalam laporan Polda sebanyak 5.513 kasus.

Kejahatan asusila terdiri atas perkosaan dan pelecehan seksual.Provinsi yang paling banyak menerima laporan kejahatan asusila adalah Sulawesi Utara sebanyak 384 kasus. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat sebanyak 349 kasus dan Sumatera Barat sebanyak 343 kasus.

Pernyataan eks Wali Kota Padang

Sementara sebelumnya diberitakan, kasus siswi nonmuslim dipaksa menggunakan jilbab di sekolah menuai perhatian publik. Mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar pun angkat bicara terkait masalah itu.

Menurut Fauzi Bahar, kasus tersebut hanya permasalahan kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua murid.

"Kalau saya menilai, itu hanya miss komunikasi antara pihak sekolah dan pihak orang tua siswa saja," ujarnya, dikutip dari KLIKPOSITIF--jaringan Suara.com.

Dirinya mengungkapkan bahwa aturan wajib berjilbab bagi siswi di sekolah sudah diterapkan selama masa kepimpinannya.

"Kami membuat aturan itu dulunya bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan kami membuat aturan tersebut dahulunya," ujarnya.

Alasan pertama menurutnya agar siswa terhindar dari penyakit Demam Berdarah (DBD).

"Sebelumnya, kalau menggunakan pakaian pendek, siswa tidak sadar mereka digigit nyamuk saat belajar. Dengan seluruhnya tertutup, maka hal itu tidak akan terjadi," lanjutnya.

Selanjutnya, aturan pemakaian jilbab bagi seluruh siswa agar tidak terjadi pembulian. Selain itu agar tidak terjadi kesenjangan sosial.

Selain itu, niat kami dengan aturan tersebut terjadinya pemerataan dan tidak ada terlihat siapa yang kaya dan miskin. Karena dengan menggunakan jilbab, perhiasan yang mereka gunakan tidak terlihat," jelasnya.

Fauzi Bahar dengan tegas menentang apabila aturan tersebut diubah.

"Kalau aturan itu mau diubah, saya orang perama yang akan menentang terlebih dahulu," ujarnya, dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com.

Dia menilai, aturan yang telah lama disahkan tak boleh diubah lantaran permintaan atau tekanan segelintir pihak.

Sebab, jika benar hal tersebut dilakukan, dampaknya bakal berpengaruh ke siswi muslim lainnya.

"Hanya karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Tidak mau saya karena memperjuangkan segelintir orang ini, akan rusak generasi kita," tegas Fauzi.

"Masa generasi kita dikorbankan hanya karena segelintir orang. Nanti mereka dibebaskan tidak menggunakan jilbab, malah generasi kita ikut-ikutan tidak menggunakan jilbab. Saya menentang keras itu," sambungnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto