Netral English Netral Mandarin
16:01wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Faisal Basri: Pemburuan Rente Kian Merajalela Bikin Radikalisme Tumbuh Subur

Jumat, 02-April-2021 18:15

Ilustrasi radikalisme
Foto : Istimewa
Ilustrasi radikalisme
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom Faisal Basri mengungkapkan kalau pemburu rente kian merajalela. Apalagi, semua lini sudah dikuasis oligarki.

Faisal menambahkan penikmat mafia pada semua lini membuat jurang kaya dan miskin makin melebar. Tentu saja, kata dia membuat radikalisme tumbuh subur.

"Pemburuan rente kian merajalela: beras, gula, garam, nikel, batu bara, dan banyak lagi. Penikmatnya segelintir oligarch. Jurang kaya-miskin melebar, tax ratio melorot terus. Tidak heran kalau radikalisme tumbuh subur," tulisnya seperti dilansir di Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Faisal menambahkan terdapat tugas dan sektornya masing-masing bagi pemburu rente. Dia mengklasifikasikan kalau terdapat value extraction yang ada.

"Jadi ada pembagian tugas berburu rente: 11 pabrik gula rafinasi yg semuanya swasta dpt jatah mengolah raw sugar dan BUMN mengimpor gula kristal putih. Keduanya melakukan value extraction, bukan value creation. Pakai "otot" & kekuasaan (perspiration), bukan pakai otak (aspiration)," tulisnya lagi.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati