Netral English Netral Mandarin
11:19wib
Barcelona mengonfirmasi bahwa mereka akan berpisah dengan megabintang Lionel Messi karena tidak menandatangani kontrak baru. Valentino Rossi pada Kamis di Austria telah membulatkan tekad untuk menutup kariernya di MotoGP dalam 25 tahun terakhir ini setelah musim 2021 usai.
Hal yang Beratkan Tuntutan Rizieq Shihab: Pernah 2 Kali Dihukum, Tidak Jaga Sopan Santun...

Selasa, 18-Mei-2021 06:04

Habib Rizieq Shihab
Foto : Dok Netralnews.com
Habib Rizieq Shihab
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dituntut dua tahun penjara dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (17/5/2021).

Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan Rizieq terbukti bersalah menghasut masyarakat untuk datang ke acara Maulid Nabi dan pernikahan putrinya di Petamburan pada 14 November 2020 lalu sehingga terjadi kerumunan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Menuntut supaya majelis hakim  menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama dua tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata jaksa.

Selain tuntutan pidana penjara, JPU juga meminta majelis hakim menjatuhkan pidana tambahan terhadap eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu berupa pencabutan hak memegang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu.

"Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Muhammad Rizieq bin Husein Shihab berupa pencabutan hak terdakwa memegang jabatan pada umumnya atau jabatan tertentu, yaitu menjadi anggota dan atau pengurus organisasi kemasyarakatan selama tiga tahun," ujar jaksa.

Dalam pertimbangan tuntutannya, JPU menyebut ada empat hal yang memberatkan terdakwa.

Pertama, Rizieq Shihab pernah dihukum penjara sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2003 dan 2008.

"Kedua, perbuatan Habib Rizieq dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam percepatan pencegahan Covid-19 bahkan memperburuk kesehatan masyarakat hingga mengganggu keamanan dan ketertiban umum di masyarakat," ungkap JPU.

Ketiga, perbuatan terdakwa mengganggu keamanan dan ketertiban umum serta mengakibatkan keresahan masyarakat.

"Empat, terdakwa tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dan memberikan keterangan di persidangan," jelas jaksa.

Sementara hal yang meringankan Habib Rizieq, jaksa mengatakan "Terdakwa diharapkan memperbaiki diri pada masa mendatang".

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli