Netral English Netral Mandarin
09:39wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Harga Gabah Kering di Karawang Jatuh di Bawah Harga yang Ditetapkan Pemerintah, Petani Mengeluh

Senin, 28-Juni-2021 10:40

Petani memisahkan padi yang sudah dipanen dari tangkainya.
Foto : cimahikota.go.id
Petani memisahkan padi yang sudah dipanen dari tangkainya.
17

KARAWANG, NETRALNEWS.COM - Harga gabah kering panen di Karawang, Jawa Barat jatuh hingga di bawah yang ditetapkan pemerintah atau harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu sekitar Rp4.200 per Kg.

Para petani kemudian mengeluhkan hal tersebut. "Gabah saya dibeli dengan harga Rp3.600 per kilogram," kata Didin, salah seorang petani di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Senin (28/6/2021).

Anjloknya harga gabah kering tersebut membuat petani mengalami kerugian. Pasalnya, biaya produksi dari mulai masa tanam hingga panen terbilang cukup tinggi.

Sementara itu, seorang petani lainnya di Karawang, Cecep juga menyampaikan kalau padinya dibeli dengan harga di bawah HPP meski kualitas bagus.

"Harganya parah, gabah saya hanya dibeli Rp3.400 per kilogram, padahal kalau dilihat kualitasnya, itu bagus," katanya.

Para petani di Karawang berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mengamankan harga gabah agar sesuai dengan HPP. Sebab, jika dibiarkan harga gabah terus anjlok, maka petani akan merugi.

Seperti dilansir dari Antara, sesuai dengan informasi yang berhasil dihimpun, sejak beberapa bulan terakhir, sejumlah daerah di Karawang sudah memasuki musim panen.

Namun, penjualan gabah kering panen di bawah HPP seperti di wilayah Telukjambe, harga gabah antara Rp3.000 hingga Rp3.500 per kilogram, di Kutawaluya Rp3.600-3.800 per kg, di wilayah Tirtajaya dan Pedes, harga gabah Rp3.500-4.000 per kilogram.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP