Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:56wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Istana Sebut Pemerintah Butuh Kritik Pedas dan Keras, Ulil: Publik Sudah Nggak Percaya

Rabu, 10-Februari-2021 22:25

Cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdalla
Foto : Istimewa
Cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdalla
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Cendekiawan muslim Ulil Abshar Abdalla mengomentari pernyataan pihak Istana bahwa pemerintah membutuhkan kritik yang pedas dan keras demi pembangunan yang lebih terarah dan benar.

Menurut Ulil, publik sudah tidak percaya dengan apa yang disampaikan pihak Istana itu, karena banyak pengkritik yang dilaporkan dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE).

"Publik sudah ndak percaya. Para pengkritik banyak dilaporkan dengan menggunakan UU ITE," tulis Ulil di akun Twitternya, Selasa (9/2/2021).

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan pemerintah membutuhkan kritik yang pedas dan keras dari pers. Pramono mengibaratkan kritik media massa ini sebagai jamu.

"Bagi pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga. Dan bagi pemerintah kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu. Menguatkan pemerintah,” kata Pramono dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Selasa (9/2/2021).

 

"Dan memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras karena dengan kritik itulah pemerintah akan membangun dengan lebih terarah dan lebih benar," ungkap Pramono.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati