Netral English Netral Mandarin
05:03wib
PB HMI pimpinan Abd. Muis mengajak kader HMI untuk aksi turun ke jalan mengkritik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Jumlah tes Covid-19 menurun sepekan terakhir. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan tes ditingkatkan hingga 400 ribu sehari.
Kepada JKW dan Mahfud, Birgaldo: Negara Kirim Pasukan Setan ke Papua, Apa Kabar Teroris MIT di Sigi?

Jumat, 07-Mei-2021 07:22

Birgaldo Sinaga dan Teroris MIT
Foto : Kolase Netralnews
Birgaldo Sinaga dan Teroris MIT
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Birgaldo Sinaga mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo dan Menkopolhukam Mahfud MD tentang  tindakan tegas kepada teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sigi, Sulteng. Pasalnya, sudah 5 bulan perburuan kepada mereka belum ada kabar penangkapan. 

Di sisi lain, saat ini negara sedang gencar kirimkan “pasukan setan” ke Papua. 

Berikut catatan Birgaldo diunil melalui akun FB-nya, Jumat 7 Mei 2021.

MAAF SEKEDAR MENGINGATKAN BAPAK PRESIDEN JOKOWI

Akhir November 2020 lalu, satu keluarga di Sigi, Sulteng dibantai kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora.

Apa kabar para teroris yang masih berkeliaran dan belum tertangkap?

Mumpung negara mengirim pasukan setan besar2an ke Papua untuk menghancurkan para kelompok teroris di sana, berharap juga pasukan setan dikirim ke Poso, Sigi menghancurkan Ali Kalora cs di sana.

Udah 5 bulan gak ada kabar berita. Keluarga korban yang dibantai teroris MIT pasti berharap ada kabar baik. Teroris MIT  itu harus ditangkap hidup atau mati.

Cc.Yth Presiden Jokowi Menkopolhukam Mahfud MD

MIT Diburu

Untuk diketahui, beberapa bulan lalu diberitakan personel gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala masih melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Pengejaran dilakukan hingga ke dalam hutan yang diduga menjadi lokasi persembunyian kelompok teroris pimpinan Ali Kalora tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menyebut, Satgas Tinombala melakukan pengejaran ketiga kabupaten di Sulawesi Tengah. Di antaranya, pegunungan Sigi, Parimo, hingga Poso.

"Mereka bergerak di antara tiga Kabupaten tersebut di daerah hutan. Kita tahu bersama, kejadian yang memilukan kemarin jadi perhatian serius dari pemerintah," kata Awi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2020).

Menurut Awi, Polda Sulawesi Tengah kekinian juga telah menerjunkan satu pleton Brimob serta 20 personel Reserse dan Intelijen Keamanan di sekitar Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Mereka diterjunkan pascainsiden penyerangan dan pembunuhan yang menewaskan empat orang anggota keluarga.

"Kita berharap juga tim yang disana kita sama-sama doakan bisa menangkap Ali Kalora Cs untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Awi.

Satu keluarga dibantai

Penyerangan dan pembunuhan satu keluarga yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris MIT menewaskan empat orang dalam satu keluarga.

Selain itu, tiga rumah warga dan satu gereja juga dikabarkan dibakar dalam serangan yang terjadi pada Jumat (27/11) sekira pukul 09.00 WITA tersebut.

Keempat korban yang meninggal dunia itu teridentifikasi bernama Yasa, menantunya bernama Pinu, dan dua anggota keluarga lain: Pedi dan Naka. Mereka merupakan anggota jemaat Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan.

"Berdasarkan keterangan saksi, diduga pelaku penyerangan adalah DPO kelompok MIT. Itu setelah kami perlihatkan foto 11 DPO kepada saksi, ada tiga yang dikenali, salah satunya Ali Kalora," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah Didik Supranoto, Sabtu (28/11).

Didik kemudian menegaskan bahwa kelompok MIT pimpinan Ali Kalora menyerang secara random atau acak.

Dia menepis dugaan bahwa kelompok teroris MIT sengaja mengincar kelompok atau kepercayaan tertentu.

"Ya, namanya teroris, mereka menyerang untuk menakut-takuti. Melakukan serangan acak, antara MIT dan satu keluarga yang meninggal tidak ada hubungan atau persinggungan apa pun," ujarnya.

Gereja

Sementara itu, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama membantah adanya pembakaran gereja dalam peristiwa penyerangan yang dilakukan kelompok teroris MIT. Dia mengklaim, dalam peristiwa tersebut hanya ada tiga rumah warga yang dibakar dan empat orang meninggal dunia.

"Tapi tidak ada gereja dibakar. Di desa itu tak ada gereja. Jadi korban ada empat yang meninggal dan tiga rumah warga dibakar," kata Yoga dinukil Suara.com.

Kekinian, kata Yoga, sebanyak 150 kepala keluarga atau KK di Desa Lemban Tongoa pun telah diungsikan. Mereka diungsikan ke lokasi ramai penduduk.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati