Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:52wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Lacak Virus COVID-19 di China, Tak Disangka Ini yang Ditemukan WHO

Selasa, 09-Februari-2021 19:05

Ilustrasi
Foto : conversation
Ilustrasi
10

WUHAN, NETRALNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa Virus yang menyebabkan Covid-19 mungkin telah beredar di wilayah lain di China "beberapa minggu" sebelum diidentifikasi di pasar basah, di Wuhan. 

Pada konferensi pers di Wuhan, tim WHO mengatakan tidak ada bukti adanya wabah besar sebelum Desember 2019 tetapi virus itu justru beredar di wilayah lain.

Liang Wannian, kepala panel ahli Covid-19 di Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan pada konferensi pers bahwa, studi yang tidak dipublikasikan menunjukkan peredaran Sars-Cov-2 mendahului deteksi awal kasus beberapa minggu.

Tidak ada peredaran "substansial" Covid di Wuhan sebelum wabah akhir 2019 dan bahwa "tidak cukup bukti" untuk menentukan apakah virus itu telah menyebar lebih luas di Wuhan sebelum Desember 2019," ungkapnya. 

Penyelidik mengatakan bahwa tidak ada bukti wabah besar di tempat lain sebelum waktu itu.

Sementara itu, seperti dikutip LBC, Dr Peter Ben Embarek, pemimpin tim investigasi WHO, mengatakan bahwa tim tidak menemukan bukti wabah besar sebelum Desember 2019 di Wuhan atau di tempat lain.

"Namun, tim telah menemukan beberapa bukti peredaran yang lebih luas di luar klaster pasar Huanan pada Desember 2019," katanya. 

Dr Embarek menambahkan bahwa teori bahwa Covid-19 bocor dari laboratorium adalah sangat tidak mungkin untuk Covid-19. Penyidik ​​mengatakan mereka tidak akan menyelidiki teori tersebut lebih lanjut.

Profesor Liang juga mengatakan hewan inang yang berasal dari wabah Covid-19 belum dapat diidentifikasi. 

"Penelitian harus dimulai dengan bagaimana virus beredar pada hewan sebelum menular ke manusia," ujarnya. 

Dia mengatakan penemuan virus menunjukkan Sars-Cov-2 mungkin berasal dari penularan antar hewan, tetapi hewan "inang reservoir" asli masih harus diidentifikasi.

"Kelelawar dan trenggiling adalah kandidat potensial untuk penularan tetapi sampel virus corona yang ditemukan pada spesies itu tidak identik dengan Sars-Cov-2," tambahnya. 

"Mungkin ada hewan lain yang berfungsi sebagai "inang reservoir", tetapi diperlukan lebih banyak penelitian," tutupnya. 

Reporter : Tommy
Editor : Tommy Satria