Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:14wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Lagi-Lagi Mobil Tersesat gegara Masuk Gerbang Gaib Gunung Putri?

Senin, 15-Februari-2021 09:43

Lagi, Mobil Tersesat di Hutan Angker, Benarkah Masuk Gerbang Gaib Gunung Putri?
Foto : Berita Heboh
Lagi, Mobil Tersesat di Hutan Angker, Benarkah Masuk Gerbang Gaib Gunung Putri?
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media kembali ramai dengan peristiwa aneh berbalut misteri. Pasalnya satu mobil beserta penumpangnya kembali tersesat di hutan lebat secara misterius.

Kejadian itu menjadi sorotan di akun FB Mak Lambe Turah, Senin (15/2/21). Bahkan ada netizen yang menduga si sopir masuk dalam gerbang gaib di Gung Putri, Bogor, Jawa Barat.

MLT: "Morning gais...ini lanjutan yang kemaren Mak aplod di Youtube."

Mbah Jawi Kampoeng Dalem: "Masih banyak daerah-daerah seperti itu..kalau dipikir logika Ndak akan sampai...ngopi dulu saudara."

Gusti Gayatri Wirabumi: "Antara lelah,ngantuk akhirnya halu,atau memang ad sesuatu."

Aritra Rajagukguk: "Pernah juga mengalami hal seperti itu... Tapi syukurlah, selamat..."

Robertho Costhantyno: "Tapi koq penumpang nya jg gak sadar apa klo mobil udah gak di jln raya lg mak..? Semua keterangan hnya dri si sopir gak ada yg dri penumpang.."

Susan: "Masih untung ya masuk hutan,, kl masuk jurang gawat,,aneh ya misteri ini,pernah denger cerita cerita gini jaman dulu,morning mak,met hari senin,,jangan lupa sarapan dulu mak,, biar sehat selalu mak,,"

Toens'Doelk Tono: "Gerbang gaib gunung putri..???"

Tary Christian: "Aku sering tersesat dihatiku sendiri ..."

Sebelumnya diberitakan, satu mobil Toyota Avanza tersesat di aera hutan Gunung Putri, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Mobil yang dikemudikan Enjang Emron (49) tersebut tersesat pada Jumat (12/2/2021), pukul 23.00 WIB.

Kepala Dusun I Desa Maniis Asep Saepul Rohman mengatakan, sebelum tersesat, sang sopir mengaku mengalami kejadian aneh.

"Di depannya ia melihat jurang. Akhirnya ia belok kiri, sebab jalan tersebut bagus dan banyak lampu-lampu," ujar Asep kepada Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

Asep menjelaskan, sebenarnya jurang yang dilihat sang sopir adalah jalan menuju Tasikmalaya, yang sejak awal dituju mobil berisi 7 orang anggota keluarga tersebut.

Jalan tersebut, menurut Asep, adalah jalan alternatif menuju Tasikmalaya.

"Memang kalau dia lurus itu bisa ke Tasikmalaya. Mungkin karena ia lelah atau apa, akhirnya ia melihat jurang di depannya. Dia waktu itu belok kiri. Dia juga tidak terasa kalau jalan dilaluinya itu semak-semak dan penuh batu," kata Asep.

Asep mengatakan, mobil yang berisi 7 orang tersebut baru menyadari tersesat ketika salah satu ban mobil bocor. Saat ban mobil tersebut bocor, menurut Asep, sang sopir mulai sadar bahwa ia dan rombongannya tersesat di tengah hutan Gunung Putri.

"Akhirnya sang sopir mengabari temannya yang ada di Majalengka dan sekitarnya kalau ia tersesat. Beruntung warga mengetahui, akhirnya berhasil dievakuasi," kata Asep.

Menurut Asep, di lokasi tersebut memang sering terjadi kendaraan yang tersesat dan kecelakaan.

"Intinya harus banyak-banyakin doa lah (istighfar). Kalau misalnya mesin rem sudah panas, masih mending perjalanan dihentikan dan juga hati-hati," katanya.

Tanpa peta dan petunjuk jalan. Asep mengatakan, sopir mobil tersebut tidak menggunakan peta digital atau Google Maps. Sang sopir bersama rombongan sebelumnya berhenti untuk istirahat di sekitar lokasi tersebut.

"Ia berhenti sebentar untuk shalat maghrib. Akhirnya ia berangkat lagi dan tidak menggunakan Google Maps. Ia berangkat lagi sekitar pukul 19.00 WIB," ujar Asep.

Kini, mobil yang berisi satu keluarga asal Tasikmalaya tersebut berhasil dievakuasi warga dan kepolisian. Proses penyelamatan mobil berlangsung dramatis, sebab medannya sulit, penuh semak-semak dan batu.

Sementara itu, Polres Majalengka mengungkapkan, saat mobil tersesat, kondisi hutan penuh kabut tebal. Selain itu cuaca sedang hujan, sehingga menyulitkan sang sopir mengendarai mobil.

"Akibatnya itu kabut tebal dan hujan yang cukup deras. Kemudian juga sang pengemudi belum mengenal jalan," kata Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Majalengka Aipda Riyana kepada Kompas.com Sabtu (13/2/2021).

Riyana mengatakan, mobil tersebut tersesat di hutan selama 3 jam. Saat ini, sopir beserta penumpang lainnya berhasil dievakuasi ke rumah warga

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto