Netral English Netral Mandarin
10:04wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Luhut Pandjaitan Minta Maaf, Rizal Ramli Angkat Jempol: Nah Gitu Dong, Sportif

Minggu, 18-Juli-2021 09:20

Ekonom, Rizal Ramli
Foto : Istimewa
Ekonom, Rizal Ramli
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ekonom senior Rizal Ramli mengapresiasi sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta maaf kepada rakyat Indonesia lantaran penanganan PPKM Darurat belum optimal.

Apresiasi itu disampaikan Rizal melalui akun Twitter-nya. Ia menyebut permintaan maaf Luhut menunjukkan sikap yang sportif.

Di akhir cuitannya, Rizal menyematkan emoticon jempol dan senyum untuk memuji sikap Luhut.

"Nah ini yang ditunggu-tunggu gitu dong, sportif minta maaf," cuit @RamliRizal. Ia juga mengunggah potongan video pernyataan Luhut saat meminta maaf.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia karena PPKM Darurat di Jawa-Bali belum optimal.

Hal tersebut disampaikan Luhut dalam konferensi pers virtual Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat melalui kanal YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Sabtu (17/7/2021).

"Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini masih belum optimal," ujarnya.

Luhut berjanji akan bekerja keras bersama jajaran menteri dan kepala lembaga terkait untuk menangani pandemi Covid-19 khususnya menurunkan tingkat penularan varian Delta yang memang tengah mendominasi kasus Covid-19 di Tanah Air.

"Saya bersama jajaran dan menteri kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dapat terlaksana," jelasnya.

Seperti diketahui, PPKM Darurat di Jawa dan Bali berlangsung sejak tanggal 3 Juli 2021 dan akan berakhir 20 Juli 2021 mendatang. Selama PPKM Darurat, kasus positif Covid-19 melonjak drastis bahkan kasus harian beberapa kali pecah rekor.

Pada Kamis (15/7), ada penambahan 56.757 kasus baru Covid-19. Ini merupakan jumlah kasus harian tertinggi selama pandemi melanda Indonesia. Selain itu, kasus kematian akibat Covid-19 juga mencatat rekor baru pada Jumat (16/7) dengan tambahan 1.205 orang.

Hingga Sabtu (17/7) kemarin, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 2.832.755. Dari jumlah itu, sebanyak 2.232.394 orang sembuh dan 72.489 orang meninggal dunia. Sementara jumlah kasus aktif sebanyak 527.872 orang.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P