Netral English Netral Mandarin
16:52wib
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dugaan penipuan oleh anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty. Pesawat Kepresidenan ganti warna cat dari biru langit menjadi merah putih. Pergantiam cat itu menuai pro kontra.
Muannas: Dulu Sebut Menag Bakal Gebuk Islam Ujungnya Mewek, Belakangan Nakutin Vaksin, pas Divaksin Duluan Teriak Alhamdulilah

Jumat, 19-Maret-2021 15:14

Muannas Alaidid
Foto : Suara.com
Muannas Alaidid
62

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tampaknya, Muannas Alaidid kesal dengan ulah Muhammad Said Didu. Ia kemudian melontarkan pernyataan mencengangkan sebab ia ungkit rangkaian tindakan kontroversial Didu. 

“Dulu tuduh di kepala org cm ada duit, pas diperiksa polisi pengen dirumah aja, berjalan waktu tanpa bukti sebut lg menag bakal gebuk islam ujungnya mewek minta maaf, belakangan nakutin penerima vaksin, awas itu tong sampah, eh pas dia divaksin duluan, malah teriak alhamdulilah,” kata Muannas, dinukil NNC, Jumat (19/3/21). 

Sebelumnya diberitakan, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menghapus unggahan fotonya saat disuntik vaksin COVID-19. Unggahan itu kini tidak lagi bisa dilihat pada akun Twitter @msaid_didu. Akan tetapi, tangkapan layar cuitan Said kini sudah beredar luas di media sosial.

Said awalnya mengaku bersyukur lantaran sudah disuntik vaksin COVID-19.

"Alhamdulillah vaksinasi I," tulis Said, Kamis (18/3/2021).

Sindiran datang dari mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan pegiat media sosial Denny Siregar.

Melalui akun Twitter @FerdinandHaean3, Kamis (18/3/2021), Ferdinand memberi selamat kepada Said.

Tak hanya itu, Ferdinand bahkan mengusulkan agar Said dibuatkan patung.

"Selamat bang, semoga sehat selalu setelah divaksin. Sbg org yg pd awalnya berkomentar miring bahkan menolak atau meragukan vaksin Sinovac dari Cina, abang layak dijadikan contoh dan dibuatkan patung vaksinasinya diruang publik menjadi contoh panutan spy semua warga mau divaksin," tulis Ferdinand.

Said Didu dikenal aktif mengkritik kebijakan pemerintah soal vaksinasi COVID-19. Pada tahun lalu, Said juga sempat menyoroti langkah pemerintah saat menjalin kerjasama tentang vaksin Sinovac.

“Ada 3 pertanyaan dibalik kerjasama ini: 1) vaksin baru diuji coba (blm tentu sukses) tapi sudah dibeli-bagaimana kalau gagal? 2) akan terjadi monopoli pasar Indonesia oleh vaksin China- Bagaimana nasib produk dlm negeri. 3) karena dibeli oleh negara, bagaimana prosesnya?,” cuit Said kala itu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto