Netral English Netral Mandarin
06:46wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
MUI Tetapkan Tiga Produk Vaksin Ini Haram, Eko Kuntadhi Malah Bilang Begini

Minggu, 29-Agustus-2021 10:45

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Facebook
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
38

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah melakukan Sertifikasi Halal dan haram pada empat produk vaksinasi Covid-19, yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Pfizer. Untuk Vaksin Sinovac, MUI menetapkan bahwa vaksin itu halal.

"Sedangkan untuk Vaksin AstraZeneca, Sinopharm, dan Pfizer MUI menetapkan bahwa ketiga vaksin ini haram," demikian pernyataan yang merujuk pada hasil konsultasi dengan Tim Salam MUI yang tersedia di situs resmi MUI, Jumat (27/8/2021).

Terkait hal itu pegiat media sosial Eko Kuntadhi ikut mengomentari soal halal dan haramnya vaksin covid-19 yang difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Eko merasa geram dengan fatwa-fatwa MUI yang  sebelumnya menfatwakan soal halam haramnya suatu produk.

"Ini apaan sih? Kulkas, sepatu, cat tembok, semua diurusin. Kini soal vaksin," tulis Eko di akun Twitternya Sabtu (28/8/2021).

Lebih lanjut Eko mengakui dirinya heran dengan MUI yang masih saja suka ngerecokin urusan pemerintah di dalam situasi pandemi seperti saat sekarang ini.

"Dalam kondisi pandemi begini, masih aja sempet-sempetnya ngegerecokin," ujarnya.

Muak dengan sikap MUI yang selalu mempermasalahkan halal dan haram vaksin, Eko pun menantang MUI untuk bisa bertanggung jawab apabila nantinya kasus covid naik lagi.

"Kalau nanti gelombang Covid19 naik lagi, apa MUI mau bertanggungjawab?," pungkas Eko.

Di akhir cuitan Eko menilai MUI itu sangat tidak bertanggung jawab."Kacau banget sih...," cuit Eko.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani