Netral English Netral Mandarin
22:54wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Mulut Kering Diduga Gejala Baru Covid-19, Ini Penjelasan Satgas IDI

Selasa, 20-April-2021 11:45

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban
Foto : Twitter Prof Zubairi
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban mengatakan, situasi Pandemi Covid-19 di India semakin memburuk. 

Kasus positif di India terus melonjak, serta banyak ditemukan gejala mulut kering dan hampir tidak ada keluhan demam pada pasien.

Lantas, apakah mulut kering ini merupakan gejala baru Covid-19?

Prof Zubairi katakan, para ilmuwan, termasuk Indonesia, masih mempelajari berbagai gejala Covid-19. Belakangan, yang sedang dibicarakan dan jadi perhatian adalah gejala mulut kering, juga dikenal sebagai Xerostomia, yang mungkin merupakan gejala awal Covid-19.

"Mulut kering ini merupakan manifestasi ketika tubuh gagal memproduksi air liur yang melindungi mulut dari patogen," kata Prof Zubairi, dikutip dari cuitannya, Selasa (20/4/2021).

Kata Prof Zubairi, keadaan yang ditemukan pada pasien Covid-19 adalah adanya perubahan sensasi lidah. Biasanya lidah pasien tampak putih dan tidak rata.

Pada beberapa kasus, gejala mulut kering ini disertai nyeri saat mengunyah makanan. Selain itu ada perubahan pada kualitas saliva, yakni cairan yang dihasilkan oleh kelenjar ludah.

Sejumlah studi menunjukkan apabila banyaknya reseptor ACE2 di jaringan mulut, membuat area ini menjadi rentan terhadap korona. 

Reseptor ACE2 sendiri adalah komponen kunci dalam infeksi Covid-19 karena memfasilitasi masuknya virus ke dalam sel inang.

Sebenarnya gejala mulut kering sudah terdeteksi pada 2020 di beberapa negara. Dari data diketahui bahwa sebagian besar gejala ini dialami oleh pasien dewasa. 

"Mungkin, ketika terjadi lonjakan kasus di India, gejala ini banyak ditemukan di sana. Termasuk pada anak dan remaja," tegas dia.

Sebagai catatan. Penyebab mulut kering juga ada banyak faktornya. Di antaranya bisa karena reaksi autoimun dari si pasien Covid-19, bisa juga karena pasien yang mengkonsumsi macam-macam obat, atau bisa juga karena orang itu memiliki riwayat diabetes. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP