Netral English Netral Mandarin
banner paskah
12:09wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Pandji: FPI Menyediakan Bantuan Ketika Rakyat Lagi Butuh

Kamis, 21-January-2021 19:46

Komika Pandji Pragiwaksono
Foto : Babatpost
Komika Pandji Pragiwaksono
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama komika Pandji Pragiwaksono jadi Trending topic di Twitter sejak Rabu (20/1/2021), gara-gara pernyataannya yang menyoroti pembubaran FPI oleh pemerintah dalam video berjudul "FPI Dibubarkan Percuma? Feat Afif Xavi & Fikri Kuning" yang diunggah di kanal YouTube-nya pada (4/1/2021) lalu. 

Dalam video itu, Pandji membahas banyak hal tentang FPI. Salah satunya ia menilai percuma membubarkan FPI, karena ormas bentukan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu bisa hadir lagi dengan nama yang berbeda. 

"Ngebubarin sih percuma kayak nutup situs bokep, mau sampai kapan, entar juga kebuka lagi aja, nggak ada ujungnya gitu," kata Pandji. 

Pandji lantas menyinggung pendapat sosiolog Thamrin Amal Tomagola mengenai FPI yang mana FPI disebut hadir dan lebih dekat dengan rakyat gara-gara ormas NU dan Muhammadiyah jauh dari rakyat. 

"Pak Thamrin Tomagola bilang bahwa FPI itu hadir gara-gara dua ormas Islam yang gede itu udah jauh sama rakyat, itu Muhammadiyah dan NU, jauh ke bawah, mereka itu elit-elit politik. FPI waktu itu dekat ke rakyatnya," ujarnya. 

Pandji kemudian memberikan contoh bagaimana FPI membantu rakyat seperti yang didengarnya dari Thamrin Amal Tomagola. 

"Ini gue dengar dari Pak Thamrin Tomagola, dulu nih FPI nih tahun 2012, kalau misalnya ada anak mau masuk di sebuah sekolah, kemudian nggak bisa masuk, itu biasanya orang tuanya ke FPI minta surat. Dibikinin surat dari FPI, dibawa ke sekolah, itu anak bisa masuk, terlepas dari surat itu menakutkan bagi sekolahnya, tapi nolong warga gitu,” cerita Pandji. 

"Kalau misalnya ada yang sakit, ini sering kejadian nih, ada warga yang sakit mau berobat, nggak punya duit, ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. suratnya dibawa ke dokter jadi diterima," sambungnya. 

Masih berdasarkan cerita Thamrin Tomagola, kata Pandji, rakyat lebih memilih meminta bantuan ke FPI karena NU dan Muhammadiyah terlalu tinggi dan elitis. 

"Tapi kenapa bisa seperti begitu, karena kata Pak Thamrin Tomagola pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau datang bisa. Nah, yang NU dan Muhammadiyah karena terlalu tinggi dan elitis, warga tuh nggak kesitu, warga justru ke nama-nama besarnya FPI," ucap dia. 

Pandji menambahkan, kebanyakan kelompok masyarakat kelas menengah berusaha menghindar ketika ada rakyat kecil yang ingin meminta bantuan. Menurutnya, hal tersebut berbeda dengan FPI yang selalu ada di saat rakyat membutuhkan bantuan.

"Kebanyakan kelas menengah kalau ada yang assalamu'alaikum, lu pura-pura kagak ada di rumah, assalamu'alaikum nggak lu buka pintunya, gue aja kadang-kadang kayak gitu. Ada yang mau minta duit gue tutup pintunya," paparnya. 

"Nah ini ada masyarakat lagi butuh bantuan, kita tutup pintu kita, elitis tutup pintu yang ngebuka siapa? FPI. Makanya mereka pada pro FPI. Makanya FPI ada ketika mereka butuhkan," terangnya. 

Untuk itu, Pandji menyatakan, membubarkan FPI adalah perkara mudah tapi tidak menyelesaikan masalah, karena FPI menyediakan bantuan kepada rakyat. 

"Makanya gue pernah bilang, bubarin FPI itu gampang tapi nggak menyelesaikan masalahnya. Karena FPI menyediakan bantuan ketika rakyat lagi butuh," imbuhnya. 

"Selama lu nggak ngasih bantuan ketika rakyat lagi butuh maka rakyat kecil ini akan selalu nyari ormas lain untuk cari bantuan," tandas Pandji.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati