Netral English Netral Mandarin
03:05wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Pengamat: Kecil Peluang Prabowo Menang di Pilpres 2024

Senin, 30-Agustus-2021 16:20

Pengamat Politik, Jamaluddin Ritonga
Foto : Istimewa
Pengamat Politik, Jamaluddin Ritonga
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Gerindra akan kembali mengusung Ketua Umumnya Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024 mendatang.

Mengomentari hal itu, Pengamat komunikasi politik Jamaluddin Ritonga mengatakan bahwa peluang Prabowo maju sebagai capres sangat besar jika melihat dari kursi yang dimiliki Gerindra di DPR dan elektabilitas Menteri Pertahanan itu.

"Tentu hak Gerindra untuk mengusung kembali Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2021. Sebagai partai yang memiliki kursi terbanyak ketiga di Senayan, tentu peluang Prabowo maju sebagai capres sangat besar," kata Jamaluddin dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/8/2021).

"Selain itu, elektabilitas Prabowo juga sangat tinggi. Prabowo selalu berada pada peringkat tiga besar, bahkan elektabilitasnya sering bertengger di peringkat pertama," sambungnya.

Dua hal itu, tambah Jamaluddin, tampaknya meyakinkan Partai Gerindra bahwa Prabowo akan menang pada Pilpres 2024. Apalagi pesaingnya Joko Widodo (Jokowi) sudah menjabat presiden dua periode sehingga tidak dapat maju lagi pada Pilpres 2024.

Namun, Jamaluddin menyebut perkiraan Gerindra itu bisa saja meleset. Sebab, para pendukung Jokowi selama dua kali Pilpres belum tentu beralih mendukung Prabowo.

"Para pendukung Jokowi bisa saja sejak awal memang tidak menghendaki Prabowo sebagai presiden. Karena itu,  para pendukung Jokowi kemungkinan akan memilih calon lain atau sebagian diantara mereka golput bila tidak ada capres yng dianggapnya layak," ujarnya.

Sementara para pendukung Prabowo pada Pilpres 2019, lanjutnya, dipastikan akan banyak yang beralih ke capres lain atau memilih golput. Sebagian mereka ini kecewa kepada Prabowo yang memilih masuk kabinet Jokowi.

"Jadi, dukungan ke Prabowo tidak otomatis bertambah dengan tidak majunya Jokowi pada Pilpres 2024. Pendukungnya juga tidak akan semua memilihnya kembali pada Pilpres 2024," ujar Jamaluddin.

"Tidak menutup kemungkinan suara kepada Prabowo justeru akan berkurang. Hal inilah yang menjadi dasar kemungkinan Prabowo akan tetap kalah pada Pilpres 2024," terangnya.

Lebih jauh, Jamaluddin mengatakan peluang Prabowo menang memang masih terbuka bila ia dapat memilih cawapres yang pas.

"Pastinya bila ia (Prabowo) berpasangan dengan Puan Maharani peluang menang akan kecil," ucap dia.

"Berbeda halnya bila ia berpasangan dengan Anies Baswedan atau Agus Harimurti Yudhoyono atau Ridwan Kamil atau Ganjar Prawono, tampaknya peluangnya masih terbuka. Hanya saja apakah mereka mau berpasangan dengan Prabowo yang sudah berulang kalah?" tutup Jamaluddin.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P