Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:18wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Penjelasan Kemenkes Terkait Alasan Vaksinasi Covid-19 Harus Dilakukan Dua Kali

Senin, 22-Februari-2021 19:50

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M Epid
Foto : Netralnews-Martina Rosa Dwi Lestari
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M Epid
14

JAKARTA, NETRLNEWS.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan, Vaksinasi Covid-19 harus dilakukan dua kali dosis penyuntikkan. Tujuannya hingga sistem imunitas tahu bagaimana cara untuk melawan virus.

“Antibodi butuh waktu dari dosis kedua dan capai yang optimal untuk lawan virus,” ujar dia saat memberikan keterangan pers, Penjelasan Mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Covid-19 secara virtual, Senin (22/2/2021).

Pada vaskinasi pertama, tubuh baru merespon kekebalan awal. Pada suntikkan kedua, maka semakin menguatkan respon antibodi yang terbentuk dan akan terbentuk di masa mendatang.

“Suntikkan vaksinasi kedua adalah booster secara optimal dan imunitas baru akan terbentuk setelah 28 hari suntikkan dosis kedua. Tubuh perlu waktu untuk merespon,” tegas dia.

Perlu dipahami pula apabila sudah divaksinasi, orang masih memiliki risiko untuk terpapar dan tertular Covid-19. Diharapkan dengan vaksinasi, maka tubuh lebih siap melawan dan menghindari Covid-19.

“Kalaupun sakit (sakit Covid-19 pasca vaksinasi) gejalanya tidak berat atau parah,” ujar dia sambil mengingatkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Dr dr Hindra Irawan Satari Spa(K), MtropPaed membenarkan bahwa vaksinasi pada suntikkan pertama belum ada antibodi yang terbentuk. Pasca imunisasi dosis pertama, pada minggu pertama dan kedua, seseorang masih rawan terpapar Covid-19.

Kemudian, setelah imunisasi kedua, kekebalan tubuh akan terbentuk. Kekebalan akan terbentuk dalam rentang waktu paling cepat yakni selama dua minggu. Tetapi demikian, masih dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Karena masih rawan. Kalau tidak (menerapkan protokol kesehatan) bisa terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Apabila terpapar (terpapar Covid-19 setelah vaksinasi) maka sakitnya akan kurang,” ujar dia.

                                                                                                               

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati