Netral English Netral Mandarin
21:54wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Polemik Kamus Sejarah Indonesia, Gus Nadir Sindir Pihak yang Mendadak Bela NU: Provokasi Recehan

Rabu, 21-April-2021 19:11

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen (Gus Nadir
Foto : Istimewa
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen (Gus Nadir
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menyindir pihak yang mendadak membela NU terkait hilangnya nama pendiri NU KH Hasyim Asy'ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Melalui akun Twitternya, Rabu (21/4/2021), Gus Nadir mengatakan pihak tersebut membuat narasi “Pendiri NU tidak dihormati dan diakui jasanya oleh pemerintah, kok diam saja? Ayo bangkitlah.”

Menurut Gus Nadir, narasi demikian hanyalah modus provokasi. Pasalnya, Gus Nadir menyebut, kelompok itu selalu menyerang NU dan tokoh-tokoh dari kalangan nahdliyin dengan berbagai tudingan, namun kini mendadak membela NU.

"Halah! Kelompok sampean tiap hari nyerang NU dan para kiainya dari mulai tudingan bid’ah, aliran Isnus, banser dll Kini kok seolah mau bela NU," cuit @na_dirs.

"Modus provokasi recehan. Bulan puasa woyyy," sindir Gus Nadir.

Dalam cuitannya, Gus Nadir tidak dengan gamblang menyebut nama kelompok atau pihak yang dimaksud.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli