Netral English Netral Mandarin
00:17wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Polemik RUU Perlindungan Ulama, Eko Malah Pertanyakan Emang Ulama Posisinya Lebih Tinggi dari WNI Lain?

Jumat, 07-Mei-2021 10:11

Presiden PKS Ahmad Syaikhu  dan Eko Kuntadhi
Foto : Kolase Netralnews
Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Eko Kuntadhi
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muncul desakan masyarakat agar Menhan Prabowo Subianto ikut dorong RUU Perlindungan Ulama. Salah satu desakan ini disampaikan oleh petinggi PKS.

Lucunya, Eko Kuntadhi malah memberikan kritik keras terhadap usulan tersebut.

“Pertama, minta perlindungan dari siapa? Kedua, siapa saja yang bisa dikategorikan ulama. Wong sertifikasi ulama aja ditolak. Ketiga, emang sebagai WNI ulama posisinya lbh tinggi dari WNI lainnya?” klata Eko Kuntadhi, Kamis malam 6 Mei 2021.

“Empat, biasanya yang dilindungi UU itu anak, orang lemah dan satwa langka,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Presiden PKS Ahmad Syaikhu sebelumnya meminta dukungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait RUU Perlindungan Ulama. Ahmad Syaikhu berharap terjadi kerja sama yang diwujudkan di parlemen.

"Tentu dari kami juga tadi mohon dukungan dari beliau (Prabowo) agar supaya inisiasi dalam RUU perlindungan ulama, perlindungan tokoh agama dan simbol agama juga mendapat dukungan dari Partai Gerindra," kata Ahmad Syaikhu di DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2021).

"Mudah-mudahan nanti kita bisa kerja sama mewujudkan dalam secara teknis di parlemen," lanjut Syaikhu.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan permintaan dukungan oleh PKS ini dimaksudkan agar RUU perlindungan ulama dapat difinalisasi menjadi undang-undang.

"Disampaikan ada RUU Pelindungan Ulama, tadi disampaikan bahwa PKS dalam kunjungan silaturahmi kebangsaan meminta kepada partai-partai politik yang sudah dikunjungi termasuk sekarang ke Gerindra untuk ikut mendukung RUU tersebut agar dapat bisa difinalisasikan jadi undang-undang," kata Dasco.

Namun Dasco mengatakan saat ini Gerindra belum mengetahui naskah RUU tersebut. Jadi Gerindra akan terlebih dulu mempelajarinya.

"Karena kita belum liat naskah akademik dan rancangannya, kita bilang nanti kita akan pelajari dulu," tuturnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati