Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:54wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Webinar Sukses Poligami dalam 45 Hari, AA: Contoh Keterbelakangan Umat Islam, Ya Ini...

Kamis, 11-Februari-2021 09:02

Tanggapi Webinar Sukses Poligami dalam 45 Hari, Ade Armando sebut Contoh Keterbelakangan Umat Islam, Ya Ini...
Foto : Istimewa
Tanggapi Webinar Sukses Poligami dalam 45 Hari, Ade Armando sebut Contoh Keterbelakangan Umat Islam, Ya Ini...
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia Ade Armando, Kamis (11/2/21) mengunggah pernyataan kontroversial. Ia menyoroti temtang satu acara seminar tentang tips sukses berpoligami.

Dalam gambar yang ia unggah, setelah mengikuti webinar tersebut, dalam 45 kemudian akan sukses berpoligami.

Acara tersebut bakal diadakan pada Minggu, 14 Februari 2021.  Dalam webinar tersebut akan diberikan materi tentang rahasia mendidik istri menerima poligami, menjadikan magnet wanita shalihah, istri bahagia dengan suami poligami, serta bagaimana membangun sikap dan mental wajib suami poligami.

Seminar dengan coach Hafidin  yang dinyatakan sudah berpoligami semala 20 tahun, memiliki 4 istri dan 25 anak. Bagi yang bersedia mendaftarkan seminar akan dikenakan biaya Rp199.000,-

Ade Armando pun berkomentar ketus: "Mau tahu contoh keterbelakangan umat Islam? Ya ini....."

Poligami, hingga saat ini memang selalu melahirkan pandangan pro dan kontra.

Beberapa waktu silam, saat masih menjabat Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan perbedaan pandangan yang berkembang soal poligami harus dihargai dan dihormati, tanpa perlu saling dipertentangkan.

"Banyak tafsiran terkait dengan hal ini (poligami, red). Poin yang harus saya sampaikan di sini, antara yang berbeda-beda tafsiran ini tidak perlu saling menyalahkan satu dengan yang lain, tapi mari keberagaman ini kita hormati," katanya setelah peresmian Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta di Yogyakarta, Senin (4/3/2019).

Hal itu disampaikan Menteri Lukman menanggapi munculnya kontroversi menyusul pernyataan Imam besar al-Azhar Mesir Ahmed al-Tayeb yang menyebut poligami bisa menjadi "ketidakadilan bagi perempuan dan anak-anak".

Dalam program televisi dan akun twitternya, dia menyebut poligami acap kali dipraktikkan karena "pemahaman yang salah terhadap Alquran".

Menag Lukman mengatakan selama ini memang banyak tafsiran mengenai poligami. Sebagian setuju dengan poligami dan sebagian lainnya menolak. "Poligami dalam ajaran Islam bisa dipersepsi beragam," kata dia.

Dia menyebutkan dalam memandang poligami, ada yang berpendapat bahwa poligami merupakan cara Islam memberikan kesempatan dan peluang bagi orang yang ingin memiliki istri lebih dari satu.

Meski demikian, kata dia, pendapat itu disertai dengan syarat yang sangat ketat, di mana yang bersangkutan harus adil dan selalu berada di tengah-tengah.

Dalam pendapat lainnya, lanjut Lukman, poligami bukanlah perintah dalam Islam, melainkan upaya pembatasan karena sebelum Islam turun terdapat tradisi di mana laki-laki bisa memiliki puluhan, bahkan ratusan istri, tanpa ikatan apa-apa.

"Jadi bisa sampai empat itu sebenarnya dalam konteks pembatasan, bukan dalam bentuk perintah," kata dia.

Oleh sebab itu, menurut dia, bagi sebagian yang ingin melakukan poligami perlu dihormati sebagaimana menghormati sebagian umat Islam yang menolak poligami.

"Bagi mereka-mereka umat Islam yang menolak poligami karena itu bentuk merendahkan harkat, derajat, dan martabat perempuan juga kita hormati pandangan seperti itu. Jadi mari kita saling menghargai dan menghormati," kata dia dinukil Republika.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto