Netral English Netral Mandarin
11:13wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Politisi PDIP Salahkan Jokowi  Soal Penanganan Pandemi, Demokrat: Partai Koalisi Siuman

Minggu, 01-Agustus-2021 22:18

Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief
Foto : Istimewa
Ketua Bappilu Partai Demokrat (PD) Andi Arief
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Partai Demokrat menyambut baik pernyataan politisi PDIP Effendi Simbolon yang mengkritik keras pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penanganan pandemi COVID-19.

Adapun Effendi menyalahkan Presiden Jokowi yang tidak mau menerapkan lockdown sehingga Indonesia sedang menuju jalur jebakan pandemi.

"Partai Demokrat tentu menyambut baik kritik keras PDIP kepada Pemerintah Jokowi yang tidak tegas soal lockdown mengakibatkan saat ini terjadi jebakan pandemi," tulis Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitter-nya, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Andi, kritik Effendi itu menunjukkan bahwa suara Demokrat dan PKS sebagai oposisi kini bak gayung bersambut. Ia menyebut partai koalisi pemerintah sudah siuman.

"Suara Partai Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan bak gayung bersambut, Partai koalisi pemerintah siuman," cuit @Andiarief_.

Sebelumnya, politisi PDIP Effendi Simbolon menyalahkan pemerintah yang tidak menerapkan lockdown atau karantina wilayah sejak awal pandemi COVID-19.

Effendi mengatakan, merujuk pada Undang- Undang (UU) Kekarantinaan Kesehatan, maka Indonesia seharusnya masuk fase lockdown. Namun, lanjutnya, alih-alih memilih lockdown, pemerintah justru menerapkan PSBB dan PPKM.

"Tapi kita menggunakan terminologi PSBB sampai PPKM. Mungkin di awal mempertimbangkan dari sisi ketersediaan dukungan dana dan juga masalah ekonomi. Pada akhirnya yang terjadi kan lebih mahal ongkosnya sebenarnya, PSBB itu juga Rp 1.000 triliun lebih ya di tahun 2020 itu," ujar Effendi kepada wartawan, Sabtu (31/7/2021).

Karena tidak menerapkan lockdown, Anggota Komisi I DPR itu menuding Presiden Jokowi tidak patuh pada konstitusi.

"Presiden tidak patuh konstitusi. Kalau dia patuh sejak awal lockdown, konsekuensinya dia belanja kan itu. Sebulan Rp 1 juta saja kali 70 masih Rp 70 triliun. Kali 10 bulan saja masih Rp 700 triliun. Masih di bawah membanjirnya uang yang tidak jelas ke mana larinya. Masih jauh lebih efektif itu daripada vaksin," ujarnya.

Effendi menyebut sudah banyak negara lain yang sukses mengatasi pandemi COVID-19 dengan cara lockdown. Sementara Indonesia yang menerapkan PSBB dan PPKM hasilnya tidak ada alias nol.

"PPKM ini dasarnya apa? Rujukannya apa? Arahan Presiden? Mana boleh. Akhirnya panik nggak karuan, uang hilang, habis Rp 1.000 triliun lebih. Erick Thohir belanja, Menkes belanja. Dengan hasil 0. Minus malah. Ini herd immunity karena iman saja," ungkap Effendi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati