Netral English Netral Mandarin
23:39wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Punya Rencana Menikah? Lakukan Tes HIV/AIDS Bersama Calon Pasangan!

Minggu, 28-Maret-2021 11:45

Ilustrasi tes HIV.
Foto : freepik.com
Ilustrasi tes HIV.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah Anda sedang memiliki rencana untuk menikah? Jika ya, Prof Dr dr Zubairi Djoerban SpPD-KHOM memberi saran untuk melakukan tes HIV/AIDS bersama calon pasangan. 

Menurutnya, tes itu akan memastikan status Anda dan pasangan. Tujuannya agar Anda dan pasangan memiliki kehidupan lebih baik dan anak-anak yang dihasilkan bebas dari HIV/AIDS saat membangun sebuah keluarga.

Jika sejak awal telah disadari salah satu dari Anda positif, maka akan bisa dikontrol bagaimana caranya HIV/AIDS tidak menular ke pasangan dan anak. "Ini sangat penting," sambung dia.

"Tes HIV/AIDS itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan. Bukan bikin menikah tidak jadi. Jangan salah paham," tegas Prof Zubairi yang menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.

Lebih lanjut dia jelaskan, misalnya Anda didapati positif HIV/AIDS, maka tidak perlu panik. Hal terpenting yang harus dibangun adalah rasa waspada dan perkuat literasi.

"Yang terang kan HIV/AIDS ini bisa terkontrol dengan baik asal Anda itu disiplin dan bisa banget punya anak yang bebas dari HIV/AIDS," tegas dia.

Seperti diketahui, penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik (narkoba) atau melalui transfusi darah. Kemudian, ada juga penularan HIV/AIDS dari ibu kepada bayinya.

"Makanya, yang krusial, pastikan dulu status sendiri dan pasangan Anda sebelum menikah," pesan dia.

Kata Prof Zubairi, apabila memang terinfeksi HIV/AIDS, lebih baik diobati terlebih dulu. Paling lama enam bulan dengan minum obat antiretroviral (ARV), nantinya virus akan menjadi minim sekali di dalam tubuh.

Jika virus minim, maka minim juga untuk menularkannya kepada orang lain. Dalam hal ini suami kepada istri dan juga sebaliknya. Pun, jika penyakitnya terkontrol, sang ibu tidak menularkannya ke bayi. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP