Netral English Netral Mandarin
15:27wib
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban dugaan penipuan oleh anak bungsu Akidi Tio, Heriyanty. Pesawat Kepresidenan ganti warna cat dari biru langit menjadi merah putih. Pergantiam cat itu menuai pro kontra.
Tangani KPK, Benarkah Jokowi Sedang Jalankan 'Rebus Kodok Pelan-Pelan' untuk Novel Baswedan dkk?

Rabu, 19-Mei-2021 09:40

Novel Baswedan
Foto : Istimewa
Novel Baswedan
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada beragam pendapat dalam menilai sikap Presiden Joko Widodo yang meminta 75 pegawai tak lulus tes wawasan kebangsaan di KPK agar dibina dan jangan dipecat. 

Di mata Denny Siregar, Jokowi dinilai sedang menjalankan “siasat rebus kodok pelan-pelan”. Artinya, Jokowi secara halus menyingkirkan.

“Si pakde itu mainnya halus. Gak diberhentikan sih, tapi ya gak dikasi akses ma kerjaan.. Teori kodok. Rebus pelan2..,” kata Denny Siregar, Rabu 19 Mei 2021.

Sementara sebelumnya dilansir Watta Ekonomi, banyak pihak mengapresiasi Presiden Jokowi yang turun tangan menengahi ribut-ribut soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Jokowi menjadi harum namanya karena dianggap telah ‘menyelamatkan’ Novel Baswedan cs. Tapi di sisi lain, sikap Jokowi tersebut dinilai menyulitkan Ketua KPK Firli Bahuri.

Dalam pernyataannya, Jokowi tegas meminta agar 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK tidak dipecat. Tapi cukup dibina saja. “Masih ada peluang untuk memperbaiki melalui pendidikan kedinasan tentang wawasan kebangsaan,” ucap Jokowi, Senin (17/5).

Eks Wali Kota Solo itu mengatakan, keputusannya tersebut sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi dalam putusan pengujian Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang KPK yang menyatakan bahwa proses pengalihan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh merugikan pegawai KPK.

Jokowi juga meminta, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) merancang tindaklanjut bagi 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus TWK itu.

Permintaan itu juga secara khusus ditujukan kepada pimpinan KPK. “Dengan prinsip-prinsip sebagaimana yang saya sampaikan tadi,” sambungnya.

Sikap Jokowi ini bertolak belakang dengan Surat Keputusan (SK) penonaktifan 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK yang diteken Firli.

Sampai kemarin, Firli belum berkomentar soal perintah Jokowi. Sementara, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron sepakat dengan arahan Jokowi untuk tidak memecat 75 pegawai KPK yang gagal TWK.

“Kami mengapresiasi komitmen tinggi Presiden terhadap pemberantasan korupsi melalui pernyataan bahwa KPK harus memiliki SDM terbaik yang memiliki komitmen,” kata Ghufron.

Anggota Dewan Pengawas KPK, Syamsuddin Haris mendukung sikap Jokowi terhadap Novel Baswedan Cs. 

“Hasil tes wawasan kebangsaan yang bermasalah tidak bisa dijadikan dasar pemberhentian pegawai KPK,” ujar Syamsuddin Haris.

Bagaimana tanggapan Novel soal sikap Jokowi? Novel mengaku merasa dibela oleh orang nomor satu di republik ini, dari tuduhan-tuduhan tak Pancasilais hingga tak berkebangsaan setelah tak lolos TWK. 

“Alhamdulillah dengan pidato pak Presiden Jokowi telah membebaskan kami dari tuduhan itu. Terima kasih pak @jokowi,” cuit Novel, di akun Twitternya kemarin.

Meskipun Jokowi sudah kasih angin agar dirinya dan 74 pegawai KPK lain tak dipecat, Novel tetap ngegas. Kemarin, mereka melaporkan semua pimpinan KPK ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

“Hari ini kami sebenarnya kembali bersedih,” ucap Novel.

Ia mengaku sedih, karena harus melaporkan pimpinannya. Menurut dia, ada pelanggaran kode etik berat yang bukan pertama kali dilakukan oleh pimpinan KPK saat ini. “Kami berharap Dewas bisa berlaku profesional,” harapnya.

Pujian untuk Jokowi, tak hanya datang dari Novel. Tapi juga dari sejumlah tokoh hingga politikus dari luar pemerintahan. Salah satunya, Demokrat.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengapresiasi sikap Jokowi dalam merespons polemik KPK. “Alhamdulillah saya bersyukur,” ungkap Didik, yang juga mitra KPK di Komisi III DPR itu kepada wartawan, kemarin.

Pun demikian dengan PAN. Legislatornya, Guspardi Gaus bilang, sikap Jokowi yang masih memberi ruang bagi 75 pegawai KPK sudah tepat dan bijak. “Semua pihak harus menghormati penyataan Presiden yang memperlihatkan sikap tidak ingin KPK diperlemah,” dukungnya, kemarin.

Politikus PKS Mardani Ali Sera, yang biasanya cukup vokal mengkritik Jokowi, juga mendukung sikap Kepala Negara yang mempertahankan 75 pegawai KPK. Ia lalu meminta anak buah Jokowi, yakni Menpan RB dan BKN patuh. Sikap patuh juga diharapkan muncul di pimpinan KPK.

“Presiden sudah bersikap,” cuit Mardani di Twitter, kemarin.

Cendikiawan Nahdlatul Ulama, Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir sampai menyentil para buzzer pro pemerintah dan loyalis Jokowi yang sebelumnya rajin membela keputusan Firli, untuk memecat Novel cs yang tak lolos TWK. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P