Netral English Netral Mandarin
23:37wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Tahu Akan Meninggal, Ustaz Maaher Ungkap Sakit Hingga Beri Pesan Terakhir

Selasa, 09-Februari-2021 12:30

Founder of AMI Group and AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq.
Foto : Twitter
Founder of AMI Group and AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Founder of AMI Group and AMI Foundation, Azzam M Izzulhaq membagikan tangkapan layar, berisi pesan terakhir dari Ustaz Maaher At- Thuwailibi. Tangkapan layar itu merupakan percakapan terakhir antara Azzam dan Ustaz Maaher.

Berikut pesan terakhir Ustaz Maaher, dikutip dari unggahan Azzam, Selasa (9/2/2021):

"Siapa tau ngga ada umur. Ana mohon maaf ya ustad.. Umur ndak ada yg tau. Maaf lahir batin dan mohon doakan ana. Kalau bisa ikut sholatkan jenazah ana.

Sakit ana belum sembuh2 sampai sekarang. Batuk2 yg sangat menyakitkan ditambah sakit kepala yg menyakitkan. Tiap malam susah tidur.

Nah, barusan batuk makin parah dan 

mengeluarkan ini *emoticon menunjuk*," tulis Ustaz Maaher.

Azzam berdoa, semoga berlimpah ampunan, berbuncah kasih sayang Allah dan pahala kebaikan serta berkekalan di surga yang dijanjikan pada Ustaz Maaher.

"Salah satu pesan beliau Adinda Ustadz Maher Ath Thuwailibi kepada saya beberapa waktu yg lalu. 

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa"fu 'anhu. Lahul Fatihah...," tulis dia.

Untuk diketahui, Ustaz Maaher sebelumnya sempat dikabarkan sakit keras. Diketahui pria dengan ciri khas kain penutup kepala itu lantas meninggal dunia diduga karena sakit.

Ustaz Maaher sendiri bisa ada di Rutan Bareskrim Polri karena menjadi tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani