Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:03wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Tengku Zulkarnain untuk Juliari Batubara: Tembak Mati Saja Lah, Murah

Senin, 25-January-2021 07:05

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : Istimewa
Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia MUI, Tengku Zulkarnain
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait tindakan Juliari Batubara yang bungkam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tindakan itu bahkan disebut Tengku Zulkarnain sebagai tindakan "maling" karena telah korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos). 

Tengku Zulkarnain mempertanyakan, apakah ada yang ditutupi oleh Juliari. Dia juga pertanyakan, apakah dia berharal ditolong oleh "orang kuat". 

"Apa yg dia tutupi? Apakah berharap ditolong "orang kuat"? Atau dia takut membuka semuanya?," tanya Tengku Zulkarnain, dikutip dari cuitannya, Senin (25/1/2021).

Menurut Tengku Zulkarnain, hakim harus menjatuhkan hukuman mati. Hukuman itu bisa dikenakan, apabila Juliari masih tetap bungkam sampai di pengadilan.

Pasalnya, sudah menjadi maling dana Bansos, Juliari dinilai masih mempersulit pengungkapan kasus korupsi yang menyeretnya. 

"Jika tetap bungkam sampai Pengadilan, Hakim mesti jatuhkan hukuman mati saja. Setuju...?," tanya dia.

Ada pula warganet yang memberikan komentar dan mengusulkan Juliari dipenjara, bahkan dipenjara sampai mati.

"Penjara sampai mati saja," cuit @ahmad_5***.

Tengku Zulkarnain bahkan memberikan tanggapan pada komentar warganet tersebut. Menurutnya, bila demikian, Juliari hanya menambah beban biaya makan bahkan diusulkan untuk ditembak mati.

"Mahal biaya makannya dan lama. Tembak mati saja lah. Murah...," ujar dia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli