Netral English Netral Mandarin
01:10wib
Dua laga babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) sudah diketahui dengan mempertemukan Italia vs Austria dan Wales vs Denmark. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) khawatir rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya kolaps di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Terkait HRS, Gus Umar Unggah Video Prabowo dan Sentil Dahnil: Dia Lupa Junjungannya Tipe Pemarah

Rabu, 21-April-2021 23:25

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar Hasibuan
Foto : Istimewa
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar Hasibuan
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar Hasibuan di akun Twitternya, mengunggah potongan video Prabowo Subianto yang dituding marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada masa kampanye Pilpres 2019 lalu.

Video lama itu kembali diunggah Gus Umar menyusul viralnya tangkapan layar komentar juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak yang diduga menyindir Habib Rizieq Shihab (HRS).

Adapun Dahnil dalam tangkapan layar komentarnya di Facebook menyatakan bahwa tidak ada warga Muhammadiyah yang berimam kepada HRS. Dahnil pun menyebut 'Ulama yang menyerukan kebenaran banyak sekali. Bukan ulama yang memaki orang sana sini, menuduh sana sini, provokasi dll, itu bukan ulama'.

Sementara Gus Umar dalam cuitannya menyebut bahwa si D lupa kalau seluruh Indonesia tahu junjungannya tipe pemarah.

"Ada yang bilang kalau ulama marah- marah bukan ulama, sudah jelas si D nyinyir siapa," cuit @UmarChelsea75, seperti dilihat netralnews.com, Rabu (21/4/2021).

"Dia lupa kalau seluruh Republik Indonesia tahu junjungan dia type pemarah. Lihat saja jejak digital junjungannya marah di depan ulama di Sumenep," sentil Gus Umar.

Sebelumnya diberitakan, tangkapan layar sejumlah komentar akun Facebook Dahnil Anzar Simanjuntak soal Habib Rizieq, viral di media sosial pada Sabtu (17/4/2021).

Akun Dahnil yang bercentang biru itu menyinggung banyak hal mengenai Habib Rizieq ketika berbalas komentar dengan sejumlah netizen pendukung HRS di unggahan akun Facebooknya, Jumat (16/4/2021).

Salah satu topik yang diperdebatkan netizen dan juru bicara Prabowo Subianto itu adalah mengenai sosok Habib Rizieq sebagai ulama.

Dalam tangkapan layar yang beredar, netizen pemilik akun Facebook Dhama Yanie mempertanyakan mengapa Dahnil tidak membela ulama yang menyerukan kebenaran.

“Ada ulama menyerukan kebenaran kok nggak dibela sih,” kata Dhama Yanie.

Menjawab pertanyaan netizen itu, Dahnil Simanjuntak mengatakan bahwa banyak ulama yang menyerukan kebenaran, bukan ulama yang suka memaki, menuduh sana sini bahkan memprovokasi.

“Ulama yang menyerukan kebenaran banyak sekali. Bukan ulama yang memaki orang sana sini, menuduh sana sini, provokasi dll, itu bukan ulama,” balas Dahnil.

Selain itu, Dahnil juga merespons komentar netizen bernama Sugeng yang menyinggung soal relasi Habib Rizieq Shihab dengan Muhammadiyah. Dahnil menyatakan, tidak ada warga Muhammadiyah yang beriman kepada Habib Rizieq.

“Tidak ada warga Muhammadiyah yang berImam ke HRS. Dakwah dia tak bersesuaian dengan Muh. Jadi koreksi kemuhammadiyahan mu kalau begitu,” jelas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Sementara soal video Prabowo yang dituding marah-marah di Sumenep saat masih menjadi Capres di Pilpres 2019 lalu, telah dibantah oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga Uno.

Saat itu, BPN menyebut bahwa Prabowo tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada. Prabowo, kata BPN, hanya menegur warga yang ikut hadir dalam acara silaturahmi di Ponpes Assadad di Sumenep.

"Pak Prabowo sangat menghormati dan mencintai ulama, kiai, habaib, habib, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat. Sikap Prabowo seperti itulah yang menyebabkan dirinya dekat dengan ulama dan juga dicintai ulama," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga pada Februari 2019 lalu, seperti dilansir dari detikcom.

"Jadi, tidak mungkin jika Pak Prabowo memarahi ulama. Justru yang terjadi Prabowo sering dimarahi, dinasihati, dan dibimbing para ulama. Hal itulah yang menyebabkan dukungan sebagian besar ulama Indonesia ke Prabowo. Gerakan populisme Islam yang dimotori ulama itu adalah menjadi gerakan mendukung Prabowo di Pilpres 2019," jelas Viva.

Hal senada juga disampaikan Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Sumenep, Madura, KH KH Moh Yazid. Ia mengatakan, Prabowo tidak marah kepada ulama melainkan menegur salah seorang relawan yang duduk di depan panggung. Area sekitar panggung itu diisi oleh relawan Prabowo.

“Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan. Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya,” kata Kiai Yazid.

Kiai Yazid menceritakan, saat Prabowo berpidato, ada salah seorang relawan yang posisinya tak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo, yang sedang berada di atas panggung. “Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kencang kedengeran sama Pak Prabowo,” terangnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli