Netral English Netral Mandarin
06:21wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Ujian Berat Perjalanan Bangsa Indonesia, Presiden Jokowi: Alhamdulillah Kita Berhasil Melampauinya

Senin, 16-Agustus-2021 10:38

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (16/8/2021).
Foto : Istimewa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (16/8/2021).
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI menyebut perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah melalui etape-etape ujian yang berat, dan ia bersyukur bangsa ini telah berhasil melampauinya.

 

“Alhamdulillah kita berhasil melampauinya. Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian atau pun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan,” kata Presiden Jokowi, saat pidato Presiden pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2021, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Jokowi mengatakan, perang rakyat, perang gerilya, dan diplomasi di semua lini dikerahkan, dan buahnya membuat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Kepala Negara dalam pidato kenegaraan itu menambahkan, resesi dan krisis yang datang bertubi-tubi dalam perjalanan setelah Indonesia merdeka, juga berhasil kita lampaui.

“Setiap ujian memperkokoh fondasi sosial, fondasi politik, dan fondasi ekonomi bangsa Indonesia,” kata Presiden.

Setiap etape, kata Presiden dalam pidato kenegaraan ini, memberikan pembelajaran dan sekaligus juga membawa perbaikan dalam kehidupan.

Pandemi COVID-19 telah memacu semua untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan.

“Kita dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini. Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu," ujar Presiden pula.

Presiden mencontohkan, bekerja dari rumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu dilakukan dengan ragu-ragu.

Di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju, kata Presiden.

“Kita telah berusaha bermigrasi ke cara-cara baru di era Revolusi Industri 4.0 ini, agar bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif. Adanya pandemi COVID-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita,” kata Presiden Jokowi pula. 

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli