Netral English Netral Mandarin
15:39wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Wisata ke Aceh, Jangan Lupa Beli yang Satu Ini

Kamis, 06-Mei-2021 14:00

Kupiah khas Aceh.
Foto : Ekraf
Kupiah khas Aceh.
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menikmati keindahan alam dan wisata di Aceh belum lengkap jika tak membeli suvenirnya. Beragam produk yang mengandung kearifan lokal dapat Anda temui di sini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pendampingan dan peningkatan skill bagi sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh akan menjadi salah satu program yang akan difokuskan dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga sebagai tindak lanjut atas kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Aceh, pada akhir pekan kemarin.

"Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh agar dapat difasilitasi program pendampingan juga peningkatan skill (upskilling). Selain itu juga dukungan untuk promosi dan inkubasi," kata Menparekraf Sandiaga, dalam siaran persnya, Kamis, (6/5/2021).

Selain itu program serta pendampingan yang dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif, khususnya UMKM masuk ke platform digital.

Menparekraf menjelaskan, ke depan tren pariwisata dunia akan berubah. Dari yang sebelumnya _mass tourism_, kemudian mengarah ke konsep pariwisata yang personalized, customized, localized, dan smaller in size.

Desa wisata dinilai menjadi salah destinasi yang cocok dengan konsep tersebut. Karenanya ia juga akan mendorong Desa Wisata di Aceh untuk dikembangkan agar dapat menjadi desa wisata yang mandiri, membangkitkan ekonomi, dan membuka lapangan kerja di tengah pandemi.

"Selain juga mengembangkan wisata minat khusus hingga sport tourism. Seperti Sail Sabang, event olahraga seperti marathon, triathlon, hingga open water swimming dapat diselenggarakan pada tingkat nasional," kata Sandiaga.

Terkait rencana investasi perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) dalam pengembangan pariwisata di Aceh sebesar 500 juta dolar AS, Menparekraf mengatakan akan membantu untuk mempercepat realisasi investasi.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak terkait dan jajarannya untuk mempersiapkan percepatan realisasi investasi itu dalam lima bulan ke depan seiring penyelenggaraan Dubai World Expo Oktober 2021 mendatang.

Dalam kesempatan itu Menparekraf juga kembali menyampaikan imbauan sesuai dengan keputusan pemerintah agar masyarakat di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk tidak mudik guna menekan penyebaran COVID-19.

"Juga untuk melaksanakan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, melaksanakan 3M," kata Sandiaga. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi